Menjawab isu dugaan nepotisme dalam rekrutmen tenaga honorer, dr. Daisy dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menekankan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan transparan melalui pengumuman resmi di RRI, website, serta media sosial RSUD Abepura.
“Prosesnya melalui tahapan seleksi, mulai dari tes tertulis, wawancara, hingga tes psikologi,” katanya.
Terkait kondisi pelayanan rumah sakit, dr. Daisy memastikan bahwa meskipun terjadi aksi demonstrasi, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal, baik di unit rawat inap maupun rawat jalan. “Mayoritas pegawai tetap bekerja dan tidak terprovokasi. Pelayanan berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar peserta aksi demonstrasi merupakan pegawai yang tidak aktif bekerja. Menurutnya, manajemen RSUD Abepura memiliki data lengkap terkait ketidakaktifan tersebut, termasuk surat teguran, surat panggilan, hingga catatan penahanan gaji yang pernah dilakukan.
Kota Jayapura jadi penyelenggara setelah mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation Jakarta. Dalam festival…
Plt Kepala Bandara Mopah Merauke Blasius Basa, S.Sos, MM, kepada wartawan mengungkapkan, penggunaan portal parkir…
Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Papua Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, data guru…
Almarhumah sendiri telah divonis bersalah dan saat sedang menjalani pidananya tersebut meninggal dunia karena sakit.…
Selain memiliki posisi strategis, wilayah perbatasan Papua juga menyimpan keanekaragaman kekayaan, baik sumber daya alam,…
Plt Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse, AP, M.Si menyatakan, pemerintah sangat bersyukur kepada Tuhan karena sejak…