

Pengurus KNPB saat menunjukkan barang bukti serpihan benda yang disebut sebagai bom disela-sela jumpa pers di Kampwolker, Selasa (17/3) (Gamel Cepos)
Sebut Kejadian Kali Kedua dan Bom Dikirim Lewat Drone
JAYAPURA- Kantor Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berada di pinggiran Kali Kampwolker, Waena Distrik Heram diserang. Bukan dengan senjata melainkan menggunakan benda yang diklaim sebagai bom. Benda ini membentur tanah kemudian terjadi ledakan dan menyebar serpihan plat besi.
Serpihan ini cukup kuat sehingga mampu mengupas kulit pohon hingga menggores dinding beton dengan kedalaman 3 Cm. Selain itu tak ada korban dari insiden ini, benda tersebut juga tidak mengenai rumah melainkan pecah di tanah yang jaraknya hanya sekitar 5 meter dari dinding markas KNPB.
Terkait ini, Ketua Umum KNPB, Agus Kosay mengungkap ada upaya teror yang nyata dan bisa melukai. KNPB kata Agus sedang dijadikan target oleh pihak yang belum diketahui dari kelompok mana. Agus menyebut upaya teror yang dilakukan sudah terjadi dua kali. Pertama pada 17 Januari 2026 dan kedua pada Senin (16/3/2026).
“Semua terjadi dini hari. Pukul 03.00 WIT hingga pukul 04.00 WIT . Teman-teman belum tidur dan terdengar ledakan besar sekali, ” beber Agus didampingi Ketua 1 KNPB, Warpo Wetipo dan Jubir KNPB, Ogram Wanimbo saat ditemui di Kantor KNPB Kampwolker, Selasa (17/3).
Mereka juga menunjukkan serpihan dari benda yang disebut bom rakitan tersebut. Serpihan ini terdiri dari lempengan besi setebal 2 mili meter yang terkoyak lalu ada baut berukuran kecil dan juga kabel yang diduga sebagai pemicu. Selain itu ada latban hitam yang menempel diserpihan. Benda ini kata Agus dijatuhkan menggunakan drone karena sebelumnya beberapa simpatisan dari rusun sempat melihat ada aktifitas drone disekitar markas KNPB.
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…