

Plt Kepala Disperindag Provinsi Papua, A.Y. Imbenai didampingi para kabid saat memberikan keterangan terkait ketersediaan bapok, Selasa (27/1) (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Papua memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) di Papua dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan rapat koordinasi dengan para distributor serta peninjauan langsung ke lapangan.
Plt Kepala Disperindag Provinsi Papua, A.Y. Imbenai mengatakan, stok bahan pokok dipastikan mencukupi hingga hari raya, bahkan sampai dua bulan setelah Lebaran.
“Berdasarkan informasi dari para distributor dan hasil peninjauan di lapangan, stok bahan pokok aman sampai hari raya, bahkan dua bulan setelah hari raya,” tegas Imbenai kepada Cenderawasih Pos, Selasa (27/1).
Selain stok, Disperindag Papua juga memastikan harga bahan pokok relatif stabil. Menurut Imbenai, jika terjadi kenaikan harga, hal tersebut masih dalam batas wajar dan disebabkan oleh mekanisme pasar.
“Kalaupun ada kenaikan harga, itu masih wajar dan bagian dari mekanisme pasar. Namun kami tetap melakukan pemantauan secara rutin di lapangan,” ujarnya.
Diakuinya, pada momentum hari besar keagamaan kerap terjadi lonjakan permintaan yang berpotensi dimanfaatkan oknum pedagang dengan cara menimbun barang, meski ketersediaan sebenarnya masih mencukupi. Kondisi tersebut dapat memicu kelangkaan semu dan permainan harga di pasar.
“Fluktuasi harga yang tidak wajar akan memberatkan masyarakat, terutama yang memiliki daya beli rendah. Dampaknya bisa menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan,” jelasnya.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…