Categories: METROPOLIS

Gerebek Lima Titik, 800 Kg Sampah Terjaring

Ditemukan Limbah B3 dengan Darah Mengental

JAYAPURA – Aksi Muda Jaga Iklim (AMJI) yang dilakukan sekelompok pemuda di Jayapura dengan 5 titik lokasi berhasil mengumpulkan sebanyak 800 Kg sampah plastik.
Kegiatan yang dilakukan hanya 1 hari yakni pada Sabtu (25/10) tersebut diinisiasi oleh EcoDefender Jayapura dan dilakukan serentak oleh seluruh EcoDefender secara nasional.

“Untuk Papua menyasar Kota dan Kabupaten Jayapura dengan 5 titik plus 1 kegiatan edukasi lingkungan,” kata Simon Baru, Ketua EcoDefender Jayapura, Sabtu (25/10).

Titik gerebek sampahnya yaitu PKBM Holtekamp (titik utama) dengan Total sampah 107 kg, Asrama Asri Nurjaya 320 Kg, Asrama Taboria 83 Kg, Asrama Tambrauw 79 Kg, GKI Siloam Waena 96 Kg dan Kabupaten Jayapura di Dermaga Yahim yaitu 115 Kg.

Sedangkan agenda Edukasi lingkungan dilakukan di Rumah Baca Skouw Future di Skouw, selain edukasi, peserta diajak memilah sampah. “Kami mengajak anak-anak di Skouw untuk belajar memilah sampah dan kemarin terkumpul 74 Kg sampah,” tambah Simon.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sekolah Yayasan Buka Lebih Awal, SPMB Diharap Transparan dan Objektif

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Jayapura merupakan salah satu sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk…

32 minutes ago

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

22 hours ago

Gubernur Singgung Soal Benalu yang Ambil Keuntungan

Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…

23 hours ago

Pengawasan BBM Diperketat Usai Kenaikan Harga Pertamax

Pemerintah Provinsi Papua akan memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul penyesuaian harga BBM…

24 hours ago

MRP Minta Kewenangan Pengelolaan SDA Jangan Semua Oleh Pusat

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…

1 day ago

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…

1 day ago