Menurut Nerlince Wamuar Rollo, sekolah baru ini akan prioritaskan anak-anak Port Numbay di Kota Jayapura. “Kita juga dorong anak-anak yang mendaftar ini harus ada rekomendasi dari kepala kampung adat, karena 80% untuk anak-anak Port Numbay sementara 20% untuk masyarakat yang lainnya,” pungkasnya.
Untuk kurikulum sekolah ini, kata Ketua MRP Provinsi Papua itu, 60% akademik dan 40% lebih kepada pembinaan fisik atau mental.
“Lewat sekolah ini, kita mau bina fisik dan mental anak-anak Port Numbay itu siap bersaing baik dari segi Akademik atau kualitas SDM maupun mentalnya, sehingga tidak lagi dianggap remeh oleh orang lain dan SDM Portnumbay kedepan akan diperhitungkan, ” tuturnya.
Untuk tenaga pengajar menurut pemilik tifa Papua itu, hingga saat ini sudah ada 5 orang. “Memang sekarang kita baru punya 5 guru, itupun mereka statusnya masih ngajar di sekolah lain, tetapi kami berharap lewat MoU dengan Pemkot, Dinas Pendidikan bisa kasih kami kuota guru yang baru,” bebernya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penemuan tersebut berlokasi di antara jalan Swakarsa dan Kampung Yuwanain, Kabupaten Keerom. Dari hasil penyelidikan…
Salah satu pedagang komoditas pertanian sekaligus pemilik kios sembako, Sumarni, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi…
Dari pihak TNI menyatakan upaya penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika…
Sejumlah pihak menyebut kondisi ini terjadi karena adanya dinamika perubahan sosial, politik, ekonomi, dan tata…
Ia berharap penyaluran bantuan dapat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima. Data penerima…
Menurutnya, kegiatan tersebut masih dalam tahap persiapan oleh panitia. Selain ibadah syukur, rencananya juga akan…