Menurutnya, pelaksanaan turnamen ini juga merupakan bagian dari aspirasi masyarakat kampung yang akhirnya lahirlah ivent luar biasa ini. “Animo masyarakat sangat luar biasa, dimana tahun pertama terdata 9 tim, tahun kedua 7 tim dan tahun ketiga ini sangat signifikan naiknya menjadi 12 tim dari 14 kampung yang ada,” jelasnya.
Kata Rocky, pada dasarnya melihat pelaksanaan hingga musim ketiga ini, terdata semua kampung sudah ambil bagian. Itu artinya, program ini sangat baik dan tepat sasaran.
“Dua kampung yang tidak ikut di musim ketiga ini dengan kendala yang berbeda, namun pada prinsipnya mereka ikut mendukung dan kita harapkan tahun depan bisa kembali ambil bagian,” ungkapnya.
Kedepannya, turnamen ini akan bergulir di masing-masing kampung secara bergilir, namun perlu diperhatikan fasilitas seperti lapangan dan yang lainnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…