Menurutnya, pelaksanaan turnamen ini juga merupakan bagian dari aspirasi masyarakat kampung yang akhirnya lahirlah ivent luar biasa ini. “Animo masyarakat sangat luar biasa, dimana tahun pertama terdata 9 tim, tahun kedua 7 tim dan tahun ketiga ini sangat signifikan naiknya menjadi 12 tim dari 14 kampung yang ada,” jelasnya.
Kata Rocky, pada dasarnya melihat pelaksanaan hingga musim ketiga ini, terdata semua kampung sudah ambil bagian. Itu artinya, program ini sangat baik dan tepat sasaran.
“Dua kampung yang tidak ikut di musim ketiga ini dengan kendala yang berbeda, namun pada prinsipnya mereka ikut mendukung dan kita harapkan tahun depan bisa kembali ambil bagian,” ungkapnya.
Kedepannya, turnamen ini akan bergulir di masing-masing kampung secara bergilir, namun perlu diperhatikan fasilitas seperti lapangan dan yang lainnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…