Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor; motivasi rendah, beban non-ajaran besar, kurangnya pelatihan pengembangan profesional, kondisi fisik/rural yang sulit, atau kesejahteraan yang belum memadai.
“Tantangan ini menuntut introspeksi bersama guru sebagai agen perubahan harus terus memperbaharui kompetensi, tetapi juga harus didukung oleh sistem yang adil dan kondusif,” kata Elia.
Guru juga dituntut memiliki kemampuan pedagogi yang adaptif, pemanfaatan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, berpikir kritis.
Namun dalam situasi ini, tidak semua guru memperoleh pelatihan yang cukup atau memiliki akses infrastruktur yang memadai. Di Papua terutama, akses internet, perangkat, pelatihan masih menjadi soal.
“Guru sebagai pilar utama pendidikan harus mendapatkan penghargaan yang layak secara materi (gaji, tunjangan), fasilitas, pelatihan, jaminan sosial. Artikel menyebut bahwa investasi pada kesejahteraan guru adalah investasi pada masa depan bangsa,” harapnya . (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…