Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor; motivasi rendah, beban non-ajaran besar, kurangnya pelatihan pengembangan profesional, kondisi fisik/rural yang sulit, atau kesejahteraan yang belum memadai.
“Tantangan ini menuntut introspeksi bersama guru sebagai agen perubahan harus terus memperbaharui kompetensi, tetapi juga harus didukung oleh sistem yang adil dan kondusif,” kata Elia.
Guru juga dituntut memiliki kemampuan pedagogi yang adaptif, pemanfaatan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, berpikir kritis.
Namun dalam situasi ini, tidak semua guru memperoleh pelatihan yang cukup atau memiliki akses infrastruktur yang memadai. Di Papua terutama, akses internet, perangkat, pelatihan masih menjadi soal.
“Guru sebagai pilar utama pendidikan harus mendapatkan penghargaan yang layak secara materi (gaji, tunjangan), fasilitas, pelatihan, jaminan sosial. Artikel menyebut bahwa investasi pada kesejahteraan guru adalah investasi pada masa depan bangsa,” harapnya . (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…
Ia menegaskan bahwa arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah…
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga