Kepala UPTD Pasar Youtefa Nusriati, SH (FOTO:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Kepala UPTD Pasar Youtefa, Nusriati, SH, mengakui sulitnya menata Pasar Youtefa dan Pasar otonom, karena sikap dari sejumlah pedagang yang tidak patuh terhadap aturan.
Meski, selama ini rutin melakukan penindakan terhadap pedagang yang berjualan di luar area pasar, namun tidak memberikan efek jera bagi mereka. Parahnya lagi, makin kesini justru semakin marak.
Bahkan menurutnya pedagang tersebut bukan saja dari wilayah Arso dan Koya, tapi justru dari pasar tradisional lain di Kota Jayapura, yang memilih berjualan di jalan masuk Pasar Otonom.
“Sekarang penjual ikan dari Dok IX, Jayapura Utara (Japut), datang ke Pasar Otonom dan memilih berjualan di Jalan masuk pasar, padahal kami sudah membuat larangan, tapi tidak ada efeknya sama sekali,” kata Yati sapaan Kepala UPTD Pasar Youtefa saat ditemui Cenderawasih Pos, Rabu (25/10).
Yati mengaku tindakan yang pihaknya lakukan selama ini, tidak hanya sebatas imbauan, tapi juga secara tegas membongkar lapak para pedagang tersebut. Namun sayang langkah itu sama sekali tidak memberi efek jera.
“Kurang tegas apalagi, kami hampir saja setiap hari memberikan teguran kepada mereka, tapi teguran itu hanya sesaat, setelah itu mereka kembali lagi berjualan di luar,” ujarnya.
Lebih disayangkan lagi, sebagian besar lapak di Pasar Otonom, tidak ditempati, sebab, para pedagang yang di dalam pasar, juga beralih berjualan di luar area pasar. Menurutnya persoalan ini terjadi karena pemahaman dan kesadaran pedagang yang sangat terbatas. Sehingga yang terjadi aturan pemerintah diabaikan begitu saja.
“Memang pedagang kita ini banyak yang kepala batu, tidak mau diatur,” tandasnya.
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…