Sementara itu, secara terpisah Pj. Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey mengakui, aturan penataan pasar tersebut terkesan sulit dilakukan karena masih banyak pedagang yang beraktivitas di pasar itu tidak mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah kota Jayapura.
“(Pelanggaran) Itukan berulang,kan sudah penertiban. Jadi inikan kesadaran pedagang ini. Tidak mungkin kita 24 jam jaga dan kemudian awasi. Karena sumber daya kita terbatas. Tapi kalau kepada para pedagang ini sudah diberikan peringatan, teguran atau ditertibkan, saya minta untuk mematuhi aturan,” kata Frans Pekey, Rabu (25/10).
Disatu sisi dia juga mengakui lahan yang dimiliki pemkot Jayapura memang terbatas untuk menampung para pedagang. Karena itu, sambil menertibkan saat ini, pihaknya juga sedang memikirkan penyediaan lahan baru.
Memamg sampai hari ini areanya masih terbatas area pasar, yang ada di dalam pasar. Namun yang terpenting adalah apa yang diatur oleh perindakop Kota Jayapura sebagai dinas teknis yang mengurus pasar, supaya tetap menegakkan aturan.(rel/roy/tri)
Kobak ditangkap oleh tim Satgas Gakkum pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 16.44 WIT di area…
Pada tahun 2026 ini, IWD mengangkat tema “Give To Gain” atau Memberi untuk Mendapatkan. Sebuah…
Mantan anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir (BMD) juga "diserang" lewat postingan di media sosial.…
Dalam program Safari Ramadan tahun ini, Pemkot Jayapura mengunjungi 16 masjid dan musala dengan agenda…
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa dari seluruh sampel yang diambil dan diuji, tidak ditemukan kandungan…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Itaar, menjelaskan bahwa pelaksanaan…