Sementara itu, secara terpisah Pj. Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey mengakui, aturan penataan pasar tersebut terkesan sulit dilakukan karena masih banyak pedagang yang beraktivitas di pasar itu tidak mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah kota Jayapura.
“(Pelanggaran) Itukan berulang,kan sudah penertiban. Jadi inikan kesadaran pedagang ini. Tidak mungkin kita 24 jam jaga dan kemudian awasi. Karena sumber daya kita terbatas. Tapi kalau kepada para pedagang ini sudah diberikan peringatan, teguran atau ditertibkan, saya minta untuk mematuhi aturan,” kata Frans Pekey, Rabu (25/10).
Disatu sisi dia juga mengakui lahan yang dimiliki pemkot Jayapura memang terbatas untuk menampung para pedagang. Karena itu, sambil menertibkan saat ini, pihaknya juga sedang memikirkan penyediaan lahan baru.
Memamg sampai hari ini areanya masih terbatas area pasar, yang ada di dalam pasar. Namun yang terpenting adalah apa yang diatur oleh perindakop Kota Jayapura sebagai dinas teknis yang mengurus pasar, supaya tetap menegakkan aturan.(rel/roy/tri)
Penyebab pertama mengakar pada pergeseran sosial yang berlangsung cepat sejak awal milenium. Sejak memasuki tahun…
Di antara reruntuhan, anak-anak bermain dengan rangka sepeda yang hangus terbakar. Di sudut lain,…
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., yang…
Dugaan pelecehan seksual berbasis digital yang melibatkan sejumlah siswa SMAN 4 Jayapura mendapat perhatian Ombudsman…
Olah TKP dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Senin (30/8) tersebut. Dalam…
Perhatian tersebut dinilai penting karena musibah kebakaran tidak hanya berdampak pada tempat tinggal dan…