Categories: METROPOLIS

Ada yang Salah Sejak Awal

Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo

Perlu Perencanaan yang Matang

JAYAPURA – Potret suram Pasar Yotefa yang menjadi lokasi langganan banjir hingga kini belum mendapatkan jalan keluar. Pemerintah Kota Jayapura memang tengah menyiapkan pasar baru yang dikatakan lebih representatif.  Hanya lokasinya masih pada daerah resapan air sehingga perlu konsep yang lebih matang agar tidak mengalami hal serupa. Persoalan Pasar Yotefa sendiri dikatakan telah salah sejak awal karena di lokasi yang ada saat ini dulunya adalah hutan sagu yang menjadi daerah resapan. 

 Namun karena sudah terlanjur berjalan, pemerintah diingatkan untuk kembali tidak salah melangkah. Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan bahwa bagaimanapun jika lokasi pasar hanya terus ditimbun maka dipastikan tidak akan menyelesaikan masalah mengingat sejak awal daerah pasar adalah tempat resapan. Jika pembangunan masih dijalankan di lokasi sekitar pasar, ia menganggap perlu dibuatkan satu lokasi untuk menyerap air. 

 “Jadi memang sejak awal sudah salah, ketika saya masih SMP sempat tinggal disitu dan disitu dusun sagu dan tiap hari ada air namun ketika lokasi tersebut dilepas masyarakat ulayat awalnya akan dibangun stadion oleh pemerintah provinsi namun karena dianggap tak layak akhirnya dibiarkan nganggur hingga dihibahkan oleh Pemkot dan Pemkot bangun pasar,” jelas Abisai Rollo melalui ponselnya, Selasa (26/2). Ia berpendapat jika mau membangun pasar yang representatif maka itu harus direncanakan ulang. 

 Jika hanya timbun terus maka akan percuma dan hanya membuang anggaran yang tak kecil. “Tapi untuk perencanaan ulang memang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Saya sendiri  kemarin hampir menimbun 200 ret tapi setelah sata pikir percuma juga. Bukan berarti kita tidak mampu tapi harus dicarikan jalan keluar lainnya,” jelas Rollo. “Dilokasi sekarang itu sekitar 13-14 hektar nah coba 1 hektar itu dikosongkan dan dibuat daerah resapan. Mungkin kondisinya akan jauh lebih baik,” imbuhnya. Rollo juga menyinggung balik soal komentar dari akademisi Marinus Yaung yang menyampaikan bahwa DPRPD Kota bisa di class action karena tak mampu menangani banjir. 

“Coba dosen itu menjadi anggota DPR jadi tidak hanya memikirkan dan menilai tetapi ikut membangun. Membangun itu menggunakan anggaran dan tidak bisa langsung selesai. Coba dia (Marinus Yaung) ikut saya ke Oranda dan ia sampaikan apa yang bisa ia lakukan untuk mengatasi persoalan banjir disana,” sindir Rollo. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

11 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

12 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

13 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

14 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

15 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

16 hours ago