Sementara itu, Fasilitator Daerah, Surya, menyebut jika Kampung Holtekamp merupakan daerah pertama di Kota Jayapura yang menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan memanfaatkan dana desa.
“Kampung Holtekamp menjadi pilot project untuk Kota Jayapura, dimana sosialisasi ini agar masyarakat dan anak sekolah tau tentang apa itu bencana dan tidak panik saat melakukan evakuasi,” ujarnya.
Ia pun berharap sosialisasi pencegahan dan mitigasi bencana bisa dilakukan di kampung kampung lain khususnya wilayah 6 dampingan yang ada di Kota Jayapura. Seperti Skouw Mabo, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan dan Jayapura Utara.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jayapura, Agustinus Ondi, menyatakan soalisasi salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat dan pelajar.
“Holtekamp termasuk daerah rawan bencana tsunami, itulah kenapa daerah ini telah kita lengkapi dengan fasilitas jalur evakuasi. Apabila terjadi bencana, mereka akan dipandu megikuti jalur jalur evakuasi maupun rambu yang sudah kita pasang, sehingga meminimalisir korban jiwa,” pungkasnya. (fia/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…