Joni meminta aparat kepolisian maupun instansi terkait mengambil tindakan terhadap kendaraan-kendaraan yang ditemukan menggunakan pelat ganda atau pelat yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan. Ia juga menyoroti adanya kendaraan yang dapat melakukan pengisian BBM bersubsidi lebih dari sekali di SPBU berbeda.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan sistem pengawasan dan pendataan kendaraan penerima BBM. “Yang terjadi hari ini ternyata orang bisa isi solar dobel. Dia datang isi di SPBU ini, kemudian pergi isi di sana. Karena pengawasannya masih seperti itu, kita minta Pertamina ke depan memperketat,” tegasnya.
Joni menilai persoalan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat antrean BBM di Kota Jayapura belum terurai. Karena itu, ia mengajak pemilik kendaraan ikut menjaga agar distribusi BBM tepat sasaran. “Jangan bikin susah rakyat dengan membeli dan membeli. Ada kesadaran dari para pemilik kendaraan. Temuan-temuan ini cukup banyak,” katanya.
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…