Categories: METROPOLIS

Hak Suara Pemilihan Rektor Uncen Senat 65%  Menteri 35 %

JAYAPURA-Panitia Pemilihan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura hari ini secara resmi membuka pendaftaran bakal calon rektor periode 2023 – 2027 dan yang memiliki hak adalah senat dan mentri.

Hal ini disampaikan Senat Universitas Cenderawasih (Uncen) melalui Panitia Pemilihan Rektor yang telah di bentuk, dalam jumpa pers di Rektorat Uncen, Kampus II Waena, Kelurahan Yabansai Distrik Heram, Jumat, (23/6).

Ketua Panitia  Dr. Hans Z. Kaiwai, S.E., M.Sc.Agr mengatakan pembagian suara dalam tahapan pemilihan ini, senat akan membagi suara dengan menteri. “Senat mendapat hak suara 65 persen dan menteri mendapat hak suara 35 persen,” ujarnya.

Dikatakan Hans, setelah tahapan pemilihan dilakukan, maka pihaknya sudah mempunyai calon rektor terpilih. “Calon rektor terpilih akan dilaporkan ke menteri untuk melakukan penetapan dan pelantikan.”

“Penetapan dan pelantikan akan dilakukan oleh menteri sesuai surat keputusan, maka setelah pelantikan kita akan memiliki rektor uncen terpilih periode 2023 2027,” sambung Kaiwai.

Ia menambahkan, untuk menyukseskan pemilihan ini, panitia bakal bekerja maksimal. Selain itu ia menambahkan pergantian rektor pasca Rektor periode 2021 – 2025 Apolo Safanpo  yang telah diangkat menjadi staf ahli Mendagri bidang pemerintahan dan kini sebagai Pj Gubernur Papua Selatan, maka menteri memberhentikan yang bersangkutan.

Dan mengangkat, Pembantu Rektor I Oscar Oswald Wambrauw menjadi Rektor sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi Nomor 70028/MPK.A/KP.06.02/2022, Nomor 69584/MPK.A/KP.06.00/2022, Nomor 69040 sampai dengan Nomor 69042/MPK.A/KP.09.00/2022 untuk menjabat selama serahun mempersiapkan pemilihan rektor baru.

  “Salah satu diktum keputusan Menteri itu bahwa Rektor melakukan proses pemilihan Rektor, paling lambat satu tahun setelah tanggal pelantikan beliau (Oscar Wambrauw) dilantik pada 21 November 2022, berarti paling lama tahun 2023 di 21 November itu harus berakhir. Tapi, kata-kata yang digunakan itu paling lambat. Sehingga bisa lebih cepat dari itu,” jelasnya. (oel/tri)

newsportal

Recent Posts

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…

6 hours ago

Kantor Dipalang, Pelayanan Dialihkan ke Rumah Pribadi

Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…

8 hours ago

Berharap Ada Anak Selatan Papua Masuk Pembinaan Timnas Futsal

Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…

9 hours ago

BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…

10 hours ago

KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…

11 hours ago

Respon Cepost Polres Jayapura Bongkar Pemalangan

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…

12 hours ago