Rustan menjelaskan, MRAN merupakan momen untuk mengenang orang-orang yang meninggal karena AIDS sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap ODHIV. Selain itu, MRAN juga menjadi sarana edukasi untuk melawan stigma dan diskriminasi. Masyarakat diajak memahami bahwa HIV bisa dicegah, diobati, dan dikendalikan sehingga ODHIV tidak perlu dijauhi.
“Kita harus berdiri bersama ODHIV, bukan menjauhi mereka. Sebarkan informasi yang benar dan hentikan diskriminasi,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda menjadi agen perubahan dengan memberikan edukasi kepada teman sebaya, menjaga diri, serta menyebarkan empati di tengah masyarakat. MRAN membawa pesan Three Zero, yakni nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi terhadap ODHIV. (dil/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…
Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Selatan…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…
Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan…
Sebanyak 115 butir telur burung paruh bengkok yang berhasil diamankan saat diselundupkan melalui bagian kargo…