

Rustan menjelaskan, MRAN merupakan momen untuk mengenang orang-orang yang meninggal karena AIDS sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap ODHIV. Selain itu, MRAN juga menjadi sarana edukasi untuk melawan stigma dan diskriminasi. Masyarakat diajak memahami bahwa HIV bisa dicegah, diobati, dan dikendalikan sehingga ODHIV tidak perlu dijauhi.
“Kita harus berdiri bersama ODHIV, bukan menjauhi mereka. Sebarkan informasi yang benar dan hentikan diskriminasi,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda menjadi agen perubahan dengan memberikan edukasi kepada teman sebaya, menjaga diri, serta menyebarkan empati di tengah masyarakat. MRAN membawa pesan Three Zero, yakni nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi terhadap ODHIV. (dil/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan…
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu Topan Maysak mengakibatkan banjir…
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…