Categories: METROPOLIS

Tak Sekedar Kelola Buku, Pustakawan Fokus Knowledge Transfer

JAYAPURA-Di era tehnologi informasi yang semakin canggih saat ini, menuntut adanya perubahan paradigma tentang keberadaan perpustakaan dan peran para pustakawan. Kini perpustakaan harus mulai bertransformasi berbasis inklusi sosial. 

Dimana kebaruan ini dapat langsung terlihat dari implementasi perpustakaan yang focus kepada Knowledge Transfer atau transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

  “Perpustakaan yang dahulu  tercermin sebagai gudang buku yang senyap, kini didorong untuk berkegiatan dengan melibatkan masyarakat, bahkan dengan pihak-pihak lain yang  potensial mendorong terjadinya peningkatan  literasi masyarakat, sehingga kualitas  hidup masyarakat meningkat.” ungkap Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya yang disampaikan Yoyo Wahyono Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI dalam penutupan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Tehnologi informasi komunikasi di Jayapura, Kamis (25/5).

  Lebih lanjut Yoyo Wahyono Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI menjelaskan bahwa Perpustakaan yang dulunya hanya mengelola buku, sekarang di era tehnologi informasi ini, sudah berubah, 10 persen kelola koleksi buku,  20 persen kelola informasi dan 70 persen knowledge transfer.

  “Artinya, Pustakawan saat ini harus banyak melakukan perubahanan di tengah masyarakat, dari berbagai informasi yang didapat di perpustakaan ini ditransfer kepada masyarakat, sehingga dengan transfer informasi yang baru ini bisa ada perubahan terhadap kesejahteraan di masyarakat,” tuturnya.

  Ia mencontohkan, informasi terkait dengan tehnologi pertanian yang ada dari buku-buku perpustakan ditranfer dan diterapkan di tengah masyarakat petani untuk mengelola pertaniannya lebih efektif dan produktif. “Oleh karena itu, dari Bimtek ini, kita harapkan para peserta bisa kembali ke daerah masing-masing, mengimplementasikan hasil bimtek. Nantinya akan ada pertemuan lanjutan lagi di tingkat nasional, dari masing-masing daerah membawakan hasil yang telah dilakukan,” tuturnya.

   Sekedar diketahui, kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 34 peserta dari 4 kabupaten/kota di Provinsi Papua.  (tri)

newsportal

Recent Posts

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

8 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

9 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

11 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

12 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

13 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

14 hours ago