Dijelaskan, jika sarana itu tidak tersedia, maka kapal tidak bisa melakukan aktivitas bongkar muat dan secara otomatis tidak bisa mengambil PAD dari situ. Belum lagi, kata Karlos, kantor mereka sering dipalang akibat persoalan hak ulayat, seperti yang terjadi di PPI Hamadi saat ini.
“Kita harap Pemprov terlibat untuk menyelesaikan masalah sengketa hak ulayat, sehingga saat melakukan proses penarikan retribusi dengan Bappenda aman tanpa gangguan. Sektor-sektor yang bisa menghasilkan PAD harus diberi perhatian khusus,” imbuhnya.
Dikatakan, Pemprov Papua dengan instansi terkait harus bisa menyelesaikan masalah aset secara tuntas. Sehingga pengelola aset yang kerja di lapangan tidak mengalami kendala. “Ketika diperhadapkan dengan masalah hak ulayat, kita tidak bisa melakukan penarikan retribusi dengan baik, yang ujungan PAD berkurang,” tandasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…