Dijelaskan, jika sarana itu tidak tersedia, maka kapal tidak bisa melakukan aktivitas bongkar muat dan secara otomatis tidak bisa mengambil PAD dari situ. Belum lagi, kata Karlos, kantor mereka sering dipalang akibat persoalan hak ulayat, seperti yang terjadi di PPI Hamadi saat ini.
“Kita harap Pemprov terlibat untuk menyelesaikan masalah sengketa hak ulayat, sehingga saat melakukan proses penarikan retribusi dengan Bappenda aman tanpa gangguan. Sektor-sektor yang bisa menghasilkan PAD harus diberi perhatian khusus,” imbuhnya.
Dikatakan, Pemprov Papua dengan instansi terkait harus bisa menyelesaikan masalah aset secara tuntas. Sehingga pengelola aset yang kerja di lapangan tidak mengalami kendala. “Ketika diperhadapkan dengan masalah hak ulayat, kita tidak bisa melakukan penarikan retribusi dengan baik, yang ujungan PAD berkurang,” tandasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat menyiapkan stok beras sebanyak 27.900 ton…
Dia menjelaskan pihaknya berharap fasilitas olahraga yang dibangun menjadi sarana bagi para siswa untuk…
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi Partai Golkar hingga tingkat akar rumput sebagai…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…