

JAYAPURA – Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Indeks Pembangunan Gender Provinsi tahun 2023 dimana Papua menempati urutan terakhir yakni 81,64.
Begitu juga dengan Indeks Perlindungan Anak (IPA) tahun 2022, dimana capaian IPA Provinsi Papua sebesar 43,43 dibandingkan Papua Barat 55,9. Sementara capaian IPA Indonesia 63,3 terbilang rendah dibanding Yogyakarta 71,08.
Data tersebut dipaparkan saat kick off penguatan perang kelompok kerja perempuan, Majelis Rakyat Papua (MRP) yang diselenggarakan oleh Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA) di Papua, Senin (22/7).
Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumasukun, mengatakan Pemerintah Papua terus berusaha secara maksimal melalui lembaga teknis dan mitra dalam hal ini MRP melalui kelompok-kelompok kerjanya dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di seluruh tanah Papua.
“Saya mengharapkan kick off penguatan perang kelompok kerja perempuan MRP dapat menjadi wadah sharing informasi yang strategis bagi OPD pengampu PPPA dan MRP untuk lebih meningkatkan kebijakan dan program yang berpihak kepada pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak di seluruh tanah Papua,” kata Ridwan.
Page: 1 2
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…
Sekretaris Yayasan Bengkel Kerja Papua, Reinhart Ramandei, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan…
“Dalam hari ini saya tegaskan bahwa Polres Jayapura tidak pernah meminta bantuan sepeser pun kepada…
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali mengatakan, berdasarkan pengamatan petugas dilapangan serta pemotretan di…
Berdasarkan keterangan saksi yang juga merupakan keluarga korban Maklon (31) mengatakan korban saat ini sudah…