Categories: METROPOLIS

Miris, Hp Android Namun Tak Paham Fungsi Tempat Sampah

JAYAPURA – Agenda gerebek sampah yang diprakarsai Lintas Kejadian Kota Jayapura (LKKJ) di sepanjang Jalan Holtekam Distrik Abepura ikut melibatkan Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekei. Ia bahkan menyelesaikan rute dari titik pertama Venue Dayung hingga ujung Jembatan Youtefa. Hasil gerebek kelima ini berhasil mengumpulkan sampah seberat 963 Kg. Padahal di lokasi ini tak ada pasar maupun perumahan warga.

  Kondisi tersebut membuat mantan Sekda Kota Jayapura ini heran. Pasalnya Jayapura termasuk kota modern dengan perkembangan daerah yang cukup pesat namun ternyata masih banyak warga kota yang belum paham apa fungsi tempat sampah.

   “Saya sebenarnya menyesal karena kesadaran warga soal sampah masih sangat rendah. Di  jalur Holtekam ini tidak ada rumah, tapi sampah banyak sekali, ini belum kita bicara di dalam bakau dan artinya kesadaran orang bertanggungjawab atas sampahnya masih rendah,” beber Pekei di sela – sela kegiatan grebek sampah di Holtekam, Sabtu (24/7).

  Ia menyatakan itu kebiasaan yang buruk yang tidak menghargai lingkungan dan merupakan kebiasaan primitif yang harus diubah. Jayapura kata Pekei merupakan modern dan masyarakatnya harus berpikir maju. Jika merasa bagian dari masyarakat modern maka harus mencintai lingkungannya.

   “Jangan bilang  kota maju, masyarakatnya pake Hp android mahal – mahal tapi untuk buang sampah di tempatnya saja tidak paham. Itu primitif kalau hidup di kota tapi kelakuan tidak sejalan dengan kemajuan zaman,” sindirnya.

Ia berpendapat bahwa seharusnya warga kota mengerti soal fungsi dan manfaat lingkungan sebab jika lingkungan  rusak maka manusia juga terkena dampaknya. Disini Pekei mengapresiasi kegiatan grebek sampah yang dilakukan LKKJ dan komunitas sebab ini memberi teladan bagi masyarakat.

  “Saya senang dan bangga bisa bergabung dan saya berkeinginan akan merangkul semua komunitas lingkungan di seluruh Kota Jayapura untuk sama – sama   turun melakukan aksi nyata. Kita perlu bersinergi apa yang pemda siapkan dan kita akan mengawali dengan komunitas yang peduli untuk merangsang pada  kelompok yang lain,” tutupnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

14 hours ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

15 hours ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

15 hours ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

16 hours ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

16 hours ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

17 hours ago