

Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekei ikut mengambil sampah dalam gerebek sampah yang digelar Lintas Kejadian Kota Jayapura (LKKJ) di Holtekam, Sabtu (23/7). (FOTO:Gamel/Cepos)
JAYAPURA – Agenda gerebek sampah yang diprakarsai Lintas Kejadian Kota Jayapura (LKKJ) di sepanjang Jalan Holtekam Distrik Abepura ikut melibatkan Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekei. Ia bahkan menyelesaikan rute dari titik pertama Venue Dayung hingga ujung Jembatan Youtefa. Hasil gerebek kelima ini berhasil mengumpulkan sampah seberat 963 Kg. Padahal di lokasi ini tak ada pasar maupun perumahan warga.
Kondisi tersebut membuat mantan Sekda Kota Jayapura ini heran. Pasalnya Jayapura termasuk kota modern dengan perkembangan daerah yang cukup pesat namun ternyata masih banyak warga kota yang belum paham apa fungsi tempat sampah.
“Saya sebenarnya menyesal karena kesadaran warga soal sampah masih sangat rendah. Di jalur Holtekam ini tidak ada rumah, tapi sampah banyak sekali, ini belum kita bicara di dalam bakau dan artinya kesadaran orang bertanggungjawab atas sampahnya masih rendah,” beber Pekei di sela – sela kegiatan grebek sampah di Holtekam, Sabtu (24/7).
Ia menyatakan itu kebiasaan yang buruk yang tidak menghargai lingkungan dan merupakan kebiasaan primitif yang harus diubah. Jayapura kata Pekei merupakan modern dan masyarakatnya harus berpikir maju. Jika merasa bagian dari masyarakat modern maka harus mencintai lingkungannya.
“Jangan bilang kota maju, masyarakatnya pake Hp android mahal – mahal tapi untuk buang sampah di tempatnya saja tidak paham. Itu primitif kalau hidup di kota tapi kelakuan tidak sejalan dengan kemajuan zaman,” sindirnya.
Ia berpendapat bahwa seharusnya warga kota mengerti soal fungsi dan manfaat lingkungan sebab jika lingkungan rusak maka manusia juga terkena dampaknya. Disini Pekei mengapresiasi kegiatan grebek sampah yang dilakukan LKKJ dan komunitas sebab ini memberi teladan bagi masyarakat.
“Saya senang dan bangga bisa bergabung dan saya berkeinginan akan merangkul semua komunitas lingkungan di seluruh Kota Jayapura untuk sama – sama turun melakukan aksi nyata. Kita perlu bersinergi apa yang pemda siapkan dan kita akan mengawali dengan komunitas yang peduli untuk merangsang pada kelompok yang lain,” tutupnya. (ade/tri)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…