Categories: METROPOLIS

Gelar Rakerda, BKKBN Libatkan Sejumlah Mitra Kerja

JAYAPURA-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) wilayah Papua menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting 2024 di Jayapura, Rabu (22/5)

  Rapat itu diikuti 4 OPD, Provinsi, dan 29 OPD Kabupaten Kota, Tim Percepatan Stunting Provinsi Papua dan satgas percepatan penurunan angka stunting, serta mitra yang lain. Adapun sebelum rakerda itu digelar Bkkbn bersama peserta ini menggelar pra Rakerda yang dimulai 20-21 Mei 2024.

  Kepala perwakilan BKKBN Papua Nerius Auparai mengatakan progam Bkkbn setiap tahunnya mengalami perkembangan yang luar biasa. Sebab dahulunya Bkkbn dianggap hanya menangani KB, khususnya penggunaan alat kontrasepsi, namun lambat laun berbagai progam didalamnya digagas, yang pada pokoknya untuk kemajuan pembangunan keluarga menuju keluarga yang sehat, mandiri dan bahagia.

   “Berbagai capaian ini tentu saja, ada progam lain yang masih menjadi tantangan kita di Papua, salah satunya menurunkan angka stunting, sebab di tahun 2022 angka prevalensi stunting kita masih di angka 34,6 persen,” ujar Nerius.

  Tidak hanya itu tantangan lain dalam pelaksanaan program bangga kencana, juga terdapat berbagai program yang perlu dioptimalkan. “Saya mengajak pemerintah daerah dimasing masing Kabupaten Kota, maupun instansi lain di Papua, agar kita terus bersinergi demi kemajuan pembangunan keluarga berencana di Papua, menuju generasi emas Papua yang unggul dan cerdas,” harapnya.

   Gubernur Papua yang diwakili oleh Asisten I Setda Provinsi Papua Yohanes Walilo mengharapkan Bkkbn bersama mitra terus mendorong penurunan angka stunting di Papua dan DOB. “Kalau semuanya kompak, dan solid, pasti hasilnyapun berjalan baik, dan harapan kami angka prevalensi stunting kita di Papua dan DOab semakin menurun,” ujarnya.

  “Sebab menurutnya penurunan angka stunting ini memberikan dampak pada pembangunan daerah. “Untuk itu kami harap semua pihak harus bekerja keras agar prevalensi stunting kita di Papua dan DOB dapat menurun sesuai target nasional,” pungkasnya. (rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

10 hours ago