

Direktur Saga Ritel Grup Garry Pirono menyerahkan bantuan Sembako kepada Anak Yatim Piatu Masjid Baitul Iman Dok 9, dari usaha bisnis Saga Dok 9, Jumat (21/3) lalu. (Foto/ Saga for Cepos)
JAYAPURA – Direktur Saga Ritel Grup Garry M.Pirono didampingi General Manager Saga Ritel Grup Harris Manuputty mengatakan pihaknya meluncurkan program Saga Peduli. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian sosial yang dilakukan Saga Ritel Grup untuk membantu masyarakat khususnya yang tinggal di Pondok Pesantren, Panti Jompo dan Panti Asuhan yang ada di setiap lokasi unit bisnis Saga berdiri.
“Program ini dilakukan secara serentak di 22 lokasi pada tanggal 7 Maret dan 21 Maret 2025. Setiap bisnis unit Saga Retail Group berkomitmen untuk membantu satu panti asuhan atau lembaga sosial lainnya setiap tiga bulan,”ungkap Garry dan diiyakan Haris, Sabtu (22/3)kemarin.
Dengan program ini, SAGA Retail Group berharap dapat membantu meringankan beban panti asuhan dan lembaga sosial di Papua. Khususnya yang ada di Kota Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura.
Sementara itu, Harris mengungkapkan bahwa Saga tidak hanya memberikan sembako kepada yang berhak, tetapi juga akan memberikan alat sekolah seperti buku tulis dan lainnya menjelang tahun ajaran baru. Namun, saat ini Saga fokus memberikan sembako, sirup, dan barang-barang lainnya untuk merayakan hari raya Lebaran. (dil/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…