Aktifitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti pengguanan bom ikan dapat merusak kelestarian terumbu karang. Tampak seorang anak molo ikan, menangkap ikan dengan panah di peraiaran di bawah jembatan merah youtefa beberapa waktu lalu. (foto: Erik/Cepos)
JAYAPURA-Sebagian besar kerusakan terumbu karang yang terjadi di wilayah perairan laut di Papua disebabkan karena penggunaan bom pada saat menangkap ikan. Meskipun kerusakan pada terumbu karang ini juga disebabkan karena faktor alam.
Kepala Pusat Studi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih, Dr. Yunus P. Paulangan, mengungkapkan, upaya-upaya rehabilitasi terhadap terumbu karang yang dilakukan pihaknya di beberapa kawasan perairan laut di Papua belakangan ini telah memicu kesadaran masyarakat untuk tidak lagi merusak terumbu karang, dengan penggunaan bom dalam menangkap ikan.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga terumbu karang dari kerusakan permanen sudah mulai membaik belakangan ini,” kata Yunus P. Paulangan, Jumat (21/2).
Dia mengatakan, pemanfaatan bom dalam menangkap ikan ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama antara 10 sampai 30 tahun sebelumnya. Kemudian dari aktivitas seperti itu telah memberikan dampak terhadap kerusakan terumbu karang.
“Kerusakan terumbu karang itu sebetulnya sudah lama mulai terjadi, itu sekitar 30 dekade yang lalu mereka sudah mulai menggunakan Bom untuk menangkap ikan,”ujarnya.
Kemudian ada program pemerintah, terutama jika berbicara mengenai keberadaan terumbu karang yang ada di Biak dan di Kepulauan Padaido, sejak 20 tahun yang lalu sudah dilakukan program rehabilitasi terumbu karang di wilayah itu.
Masyarakat kemudian juga diberikan penyuluhan tentang manfaat dari terumbu karang ini. Kemudian masyarakat juga mulai pelan-pelan n menyadari tentang pentingnya ekosistem terumbu karang ini.
“Merehabilitasi terumbu karang itu membutuhkan waktu yang cukup lama dan itu juga tidak sepenuhnya bisa berhasil karena keberhasilan dari rehabilitasi terumbu karang itu banyak faktor yang bisa memberikan peran misalnya kesesuaian dengan habitatnya,” katanya.
Satu lagi, kata Yunus, belakangan ini di sejumlah daerah yang memiliki potensi terumbu karang yang indah, tapi perairannya mulai tercemari sampah maupun dirusak oleh aktivitas penangkapan ikan.
“Bayangkan dalam satu tahun itu yang paling cepat itu pertumbuhan dari terumbu karang itu hanya 1 sampai 2 cm,” pungkasnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…