Categories: METROPOLIS

Persoalan MBG Masih Jadi Perhatian Pemkot

Perkuat Standar Keamanan Pangan untuk Anak-Anak Papua

JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program nasional untuk seluruh jenjang pendidikan.

Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan Orientasi Keamanan Pangan dan Standar Gizi bagi para penjamah pangan di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), bekerja sama dengan UNICEF dan Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan orientasi yang digelar pekan ini menghadirkan tiga SPPG sebagai percontohan dari total 23 SPPG yang tersebar di Kota Jayapura. Melalui pelatihan ini, para penjamah makanan dibekali pengetahuan tentang keamanan pangan, pengelolaan dapur yang higienis, standar gizi, hingga tata cara penyajian dan distribusi makanan.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menegaskan bahwa kualitas makanan dalam program MBG sangat bergantung pada keterampilan dan pemahaman para penjamah makanan yang bertugas di SPPG.

“Orientasi ini sangat penting karena menyangkut gizi, kualitas, dan keamanan makanan yang disajikan kepada anak-anak. Kota Jayapura harus memastikan seluruh siswa menerima makanan bergizi yang aman dan sesuai standar,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa seluruh proses—mulai dari pemilihan bahan baku seperti sayur, telur, ikan hingga beras—harus memenuhi standar keamanan pangan. Peralatan dapur harus higienis, dan para petugas MBG juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Ada standar terkait bahan, masa penyimpanan, cara memasak, hingga durasi penyajian dan pengantaran. Jika tidak dipahami, hasil akhirnya bisa menyimpang dari SOP. Karena itu mereka harus benar-benar menguasai orientasi ini,” tegasnya.

Rustan Saru juga menyoroti pentingnya dapur pengolahan pangan yang memenuhi standar kesehatan. Bahkan, proses konsumsi siswa—mulai dari cuci tangan, doa, hingga makan bersama—bagian dari standar yang harus diawasi.

Ia berharap seluruh SPPG di Kota Jayapura bisa mendapatkan pelatihan serupa. “Ke depan jangan hanya tiga SPPG. Semua harus tahu standar ini. Saat ini ada 23 SPPG, dan satu SPPG bisa mengelola hingga 3.000 porsi MBG. Ini harus tertata dengan baik agar berdampak bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Perwakilan UNICEF Papua, Aminuddin Mohammad Ramdan, mengapresiasi pelaksanaan orientasi ini sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam implementasi program MBG.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tan Wie Long: Ini Penghargaan Sekaligus Tanggungjawab

Ia tak menampik bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan terkait pelanggaran HAM yang belum sepenuhnya…

13 hours ago

Menteri Natalius Jangan Terlalu Bangga

Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sebuah hal yang lumrah. Dimana lima region lainnya dibelahan…

14 hours ago

Evan Soumilena Dukung Turnamen Sepak Bola Antar Satker Polda Papua

Evan Soumilena dikenal sebagai pemain Tim Nasional Futsal Indonesia yang aktif membela Indonesia di berbagai…

18 hours ago

Polres Tolikara Perkuat Kamtibmas Lewat Patroli Pagi

Kegiatan patroli menyasar sejumlah titik pusat aktivitas masyarakat, seperti pertokoan, kios pedagang, serta ruas jalan…

19 hours ago

Sat Binmas Polres Mamberamo Tengah Sambangi Tokoh Pemuda Kobakma

Dalam pertemuan tersebut, Iptu Wilhelma Kurut menyampaikan keprihatinan atas maraknya penyakit masyarakat di kalangan pemuda,…

20 hours ago

Sertifikat Juara Lomba Bidang Seni Bisa Jadi Nilai Tambah Saat SPMB

Tujuan dari ketentuan ini adalah untuk menciptakan mekanisme seleksi yang lebih objektif, terstandar, dan adil,…

21 hours ago