Categories: METROPOLIS

4,12 % Penduduk Masuk Kategori Kemiskinan Ekstrem

Kepala Daerah Ditugaskan Presiden Atasi Kemiskinan Ektrim

JAYAPURA– Kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program nasional yang saat ini harus diatasi oleh pemerintah mulai dari tingkat pusat sampai di tingkat daerah.  Karena kemiskinan ekstrem ini akan berdampak pada sektor-sektor yang lainnya terutama kesejahteraan masyarakat  sendiri yang dapat berimbas pada angka stunting bagi masyarakat.

   Penjabat Walikota Jayapura, Dr Frans Pekey mengatakan, target nasional adalah penurunan kemiskinan ekstrem,  yang diarahkan presiden kepada kepala-kepala daerah. “Target nasional pada tahun 2024 itu turun sampai 0 persen untuk kemiskinan ekstrem,” kata Frans Pekey belum lama ini.

   Dikatakan, untuk Kota Jayapura dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia itu, harus dimulai dari data yang akurat dan benar-benar valid mengenai jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.  Paling tidak data kemiskinan ekstrem ini harus by name by address.

  Karena itu, ketika sudah dipetakan pemerintah daerah tentunya bisa menjalankan program penanganannya tepat sasaran.  Sehingga masalah kemiskinan ekstrem ini bisa diatasi dengan baik.  Di kota Jayapura berdasarkan data yang diterima pihaknya, ada 4,12 persen masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.

   “Sekarang data 4,12% ini datanya sudah ada dan sedang divalidasi oleh seluruh Lurah dan kepala kampung,” katanya.

   Karena itu, kata dia, penanganan terhadap kemiskinan ekstrem di Kota Jayapura itu tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pemkot Jayapura, tetapi  harus ada dukungan dari masyarakat itu sendiri.  Selain itu pentingnya juga dukungan dari pemerintah di tingkat bawah, terutama Kampung, Lurah dan distrik untuk memastikan warganya sudah terdata dengan tepat dan benar.

   “Ada sebagian data dari Lurah dan kampung yang sudah masuk Tetapi ada juga sebagian Kampung dan kelurahan yang masih dalam proses verval data.  Saya sudah minta kepala Bappeda untuk melakukan komunikasi dan jemput bola. Target verifikasinya satu minggu yang saya berikan sehingga akhir bulan oktober ini,  kita bisa pastikan dan tahu, tidak hanya jumlah saja tetapi sudah kepada by name by address,” tambahnya. (roy/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Pasal 28 ayat (1) dalam Pasal…

14 hours ago

Pasukan Tempur Disiapkan

​Ketiga korban tewas ditembak di Jalan Trans, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli…

15 hours ago

Jejak Buron Lapas Abepura Masih Gelap

"Kami memantau setiap isu yang beredar, termasuk kabar keberadaan mereka di Serui, Boven Digoel, maupun…

15 hours ago

Kapten Kapal Asal Merauke Ditembak Aparat PNG

Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Rekianus Samkakai, S.STP, MAP, saat ditemui menjelaskan, insiden itu…

16 hours ago

Penguatan Pendidikan Sejak Dini untuk Cegah Krisis Literasi

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura yang juga Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo,…

16 hours ago

Warga Resah, Jambretan Berkeliaran Sambil Tenteng Golok

Aksi nekat kedua pelaku digagalkan sebelum mereka sempat membawa kabur barang berharga milik korban. Warga…

17 hours ago