

Alex Gobai (FOTO: Noel/Cepos)
JAYAPURA – Tokoh Pemuda Papua, Alexander G. Gobai menegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) harus bertanggungjawab bila Lukas Enembe, Gubernur Non Aktif mengalami sesuatu yang fatal. Sebab pasalnya, terbukti jelang Persidangan lanjutan pada 17 Juli 2023, LE Drop dan dibawa ke rumah sakit RSPAD Jakarta.
“Kami Pemuda dan Rakyat Papua masih dan sedang ikuti sidang-sidang yang dilakukan KPK di ranah hukum. Namun, demi kemanusiaan tentu harus dijunjung tinggi. Dan demi kemanusiaan pula kami tidak akan tinggal diam, bila LE tidak dtangani kesehatan terlebih dahulu. Kami pemuda dan rakyat Papua tidak akan tinggal diam,” Kata Gobai, kepada media ini di Jayapura, Sabtu (22/07).
Menurutnya, Non Aktif Gubernur Papua, Lukas Enembe selalu koperatif dalam menjalani persidangan. Namun, demi kesehatan dan keselamatan harap diperhatikan. Karena jalannya persidangan secara baik tentu kesehatan baik jasmani maupun rohaninya harus sehat. Lalu dilajukan persidangan.
“Kami pemuda melihat kesehatan LE tidak menjanjikan untuk ikut persidangan. Oleh karena itu, KPK dan Hakim mesti mengambil jalan tengah untuk memberikan pembantaran untuk jalani penyembuhan LE dan lakukan tahan kota, demi kesehatan dan keselamatan LE,” kata Eks Presiden Mahasiswa USTJ itu.
Gobai berharap, KPK RI dan Hakim untuk mengeluarkan surat pembantaran untuk jalani pengobatan dan tahanan kota guna penyembuhan LE dan keselamatannya. “Kita semua mengingingikan keamanan dan kenyamana di tanah air terutama di Papua. Karena LE sebagai Tokoh Papua dan kepala suku besar Papua,” harapnya. (oel).
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…