Categories: METROPOLIS

Jangan Curangi Bantuan Beras

JAYAPURA-Ketua Satuan Tugas Penanganan Longsor dan Banjir di kota Jayapura, Ir. Rustan Saru menyampaikan kepada seluruh pihak terkait, agar tidak curang dalam menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.

   Wakil Wali Kota Jayapura ini juga meminta kepada Kelurahan, Distrik, dan RT/RW, untuk melaporkan data-data kelengkapan administrasi di masa transisi darurat untuk membagikan bantuan berupa beras kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.

   “Kami sudah terima beras cadangan pemerintah dari Dolog 65 ton. itu akan kita bagi per distrik, per kelurahan, dan RT RW yang kami terima data laporan.” ujarnya Sabtu, (22/1).

  Untuk pembagian bantuan beras kali ini, per KK nantinya akan menerima 10 kilogram beras. Senin (24/1) hari ini, tim satgas akan melakukan rapat terkait pendistribusian. “Ini berasnya sudah ada di posko induk, rencana Senin kita rapat untuk membagi pendistribusiannya kepada RT/RW dan seluruh lurah yang terdampak banjir longsor ini.” ujarnya.

   Dengan hal ini, dirinya meminta kepada seluruh lurah, RT/RW dan pihak yang terkait untuk tidak berlaku curang. Dan harus mengawasi penyaluran bantuan hingga sampai di tangan penerima dengan baik.

   “Ini diawasi betul, dijaga betul, karena beberapa data yang kami terima dobel-dobel. Ada yang RTnya bawa, habis itu warga lagi yang bawa. Data yang sama, berulang-ulang, untung kita punya Tim verifikasi.” ujarnya.

   Dirinya meminta kerjasama seluruh pihak agar tidak memanfaatkan untuk kepentingan lain. “Saya minta kerjasamanya yang baik. Ini bencana. Jangan kita manfaatkan untuk kepentingan lain. Tapi betul-betul berbuat yang terbaik untuk masyarakat kita di Kota Jayapura.” ujarnya.

   Menurutnya, apabila sampai terjadi masalah, yang akan menjadi korban adalah pemerintah.

“Semua kita kena, apalagi media sosial ini sangat rawan. Yang dapat kemudian kurang atau mungkin tidak dapat ini berbahaya.” ujarnya.

   Dengan adanya hal tersebut, dirinya benar-benar meminta RT/RW, Lurah dan seluruh pihak untuk menyampaikan bantuan kepada yang bersangkutan dengan utuh, dan baik. “Jangan sampai ada yang mengganti berasnya lagi. Karena kemarin kita temukan beberapa titik, saya perhatikan itu beras tenggelam, diperetelin ditukar.” ujarnya.

   Kejadian tersebut sedang diselidiki, dan selanjutnya dirinya berharap agar tidak ada oknum yang melakukannya kembali. “Kita bukan menduga, tapi ada fakta. yang kelihatan. Untuk itu sekali lagi saya minta dengan hormat kepada kita semua, untuk menjaga situasi ini agar betul-betul dapat tuntas dengan baik.” ujarnya.

  Sementara itu, terkait pasien yang dirawat di rumah sakit, dirinya menyampaikan bahwa seluruh korban sudah sembuh dan melakukan rawat jalan. “Saya terakhir hari Rabu, Kamis, mengecek yang dirawat ada 2 orang terakhir. 1 di Bhayangkara, sopirnya Kabiro SDM Polda kemudian 1 di dok 2 anak kelas 6 SD. Juga dari Polimak sudah sembuh. dan kita berikan bantuan sebagai ucapan prihatin kepada yang bersangkutan. Sudah sehat hanya berobat berjalan dan kita syukuri sudah baik.” Ujarnya.

   Selanjutnya terkait masa tanggap darurat, telah berakhir sejak Kamis (20/01) kemarin. Selanjutnya, pada Sabtu, (22/01) yaitu hari ke-16 pasca bencana, sudah mulai diturunkan ke masa transisi darurat.

  “Tujuannya adalah untuk melakukan rehabilitasi rekonstruksi terhadap beberapa lokasi-lokasi yang longsor dan banjir untuk penanganan 3 bulan kedepan.” ujarnya.

Setelah selesai 3 bulan nantinya akan diturunkan ke transisi pemulihan, juga dalam waktu 3 bulan. (Rhy/tri)

newsportal

Recent Posts

Pengalihan ASN ke Kementerian Jadi Solusi Tekan Belanja Pegawai

Wacana redistribusi atau pengalihan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua ke kementerian dan…

12 hours ago

Warga Diminta Waspadai Kejahatan di Ruang Digital

  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, platform seperti WhatsApp,…

13 hours ago

Wali Kota: Bangun Tempat Ibadah Butuh Komitmen Moral

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Oikumene…

14 hours ago

Nggam Bu, Pesona Air Biru yang Dijaga Masyarakat Adat

Airnya sebening kaca dengan gradasi biru kehijauan. Dasar sungai tidak terlihat jelas, sementara pepohonan rindang…

15 hours ago

Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkot Siapkan Konvoi Merah Putih

  Konvoi yang menjadi salah satu agenda resmi HUT RI tingkat Kota Jayapura ini akan…

16 hours ago

Minimnya Anggaran hingga Maraknya Tambang Ilegal Jadi Sorotan

Rapat kerja Komisi IV DPR Papua bersama Dinas ESDM Provinsi Papua di ruang rapat Komisi…

17 hours ago