“Kita punya waktu sampai 28 (September), inikan semua calonkan kirim dia punya, tapi yang putuskan nanti itu teman-teman dari KPU dan perangkat di bawahnya. Hari ini sudah susah untuk bermain curang, karena sudah berlapis-lapis tim yang mengawasi, jadi hati-hatilah untuk teman-teman yang akan terpilih nanti, kalaupun terpilih nanti kerjanya baik untuk suksesnya Pemilukada tahun 2024,” harapnya.
Sementara itu, diminta tanggapannya soal Kota Jayapura yang dikatakan sebagai daerah rawan Pemilu oleh Bawaslu Papua, menurutnya hal tersebut tidak terlepas dari pengalaman yang terjadi pada pemilihan presiden dan legislatif Februari 2024 lalu.
“Kita menjadi daerah yang paling terakhir melakukan pleno, karena pengalaman itu, mereka tidak mau terulang kembali. Hal yang menjadi penyebab kita tahu ada karena keterlambatan, banyak pihak yang terlibat dan bermain. Kemudian penyelenggara PPD, apalagi, kan itu-itu saja masalahnya. Mereka punya data itu,” ujarnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…