Categories: METROPOLIS

Dana BOS Tidak Cukup, Kebijakan Walikota Dirasa Berat

JAYAPURA – Kebijakan walikota Jayapura terkait dengan tidak diperkenankan untuk memungut biaya pendaftaran bagi siswa baru dan pendaftaran ulang bagi siswa yang naik kelas di tingkat SD hingga SMA/SMK Negeri   menuai pro dan kontra dari sejumlah sekolah.

   Kepada Cenderawasih Pos, salah satu kepala sekolah yang tak ingin sebutkan namanya mengatakan bahwa pembebasan biaya masuk sekolah masih sulit dan sangat berat mereka terapkan. Hal itu dikarenakan ada sejumlah komponen biaya dan kebutuhan siswa tidak ditanggung pemerintah.

   “Intinya semua kepala sekolah keberatan dengan peraturan ini, karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dari pemerintah tidak cukup untuk alokasi biaya sekolah,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (21/4).

  Sebagai contoh, kata Kepala sekolah itu, jika semua siswa disarankan untuk dibelikan seragam sendiri di luar sekolah, justru akan menimbulkan persoalan baru nantinya. Seperti, para siswa membeli seragam dan atribut lainnya sesuka hati tanpa mempertimbangkan aturan yang ada di sekolah.

   Menurutnya ada bagian-bagian (pembiayaan) yang tidak di-cover oleh BOS. Contohnya, atribut sekolah, dan baju olahraga. Itu bagian dari peraturan sekolah. Karena itu ia khawatir  para siswa tidak kompak dalam berseragam.

   “Lalu kalau orang tua suruh beli seragam di luar, seperti atribut dan kaos olah raga di luar kan tidak ada, kalau beli di luar otomatis nanti siswa tidak seragam, ada yang pakai warna putih, biru, merah dan lainya. berarti tidak seragam. Begitu juga dengan baju batik nantinya,” terangnya.

   Kepala sekolah itu kembali menegaskan hampir semua Kepsek di seluruh kota Jayapura tolak dengan adanya peraturan dari walikota Jayapura itu. Jelasnya dengan adanya peraturan tersebut semua sekolah menjadi pusing.

   Karena itu, pihaknya berencana melakukan pertemuan seluruh kepala sekolah yang ada di kota Jayapura untuk membahas terkait dengan permasalahan ini. Disisi lain, kata kepsek itu pada, 28-30 April Siswa kelas X akan mengeluarkan ujian akhir dan berencana tidak mengelar acara perpisahan. Peserta didik setelah pengumuman kelulusan disarankan langsung ambil izasah.

   “Kami Kepsek-kepsek rencana akan melakukan pertemuan untuk permasalahan ini kami sementara lagi tunggu informasinya kapan pertemuan dilaksanakan,” pungkasnya. (kar/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

12 hours ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

13 hours ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

13 hours ago

Kemendagri Tugaskan Pemprov Papeg Siapkan Langkah Penanganan Pasca Konflik

Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…

14 hours ago

Satresnakoba Polresta Musnahkan 5, 2 Gram Sabu

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…

14 hours ago

Presiden Prabowo Bakal Panen Raya Padi di Merauke

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…

15 hours ago