Categories: METROPOLIS

Salah Besar! Euforia Vaksin dan Tak Terapkan Prokes

dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., ( FOTO: Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., kembali menegaskan jangan sampai euforia vaksin yang belakangan menjadi treding di bumi Indonesia menyebabkan kendornya penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

“Jadi, jangan ada euforia bahwa vaksin diberikan dan protokol kesehatan tidak dijalankan. Itu salah besar. Vaksin diberikan, tapi upaya penerapan protokol kesehatan tidak boleh kendor,” ungkap dr. Silwanus Sumule,SpOG(K)., Jumat (22/1) kemarin.

Dengan demikian, penerapan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan dibilas di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi, harus tetap dilakukan.

“Terlebih protokol kesehatan merupakan upaya pencegahan penularan Covid 19 yang paling mendasar. Kita akui bahwa dari segi psikologis mungkin orang sudah lelah atau bosan, tapi itu tidak boleh terjadi. Kita harus tetap laksanakan protokol kesehatan karena keselamatan dan kesehatan warga menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (gr)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

13 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

14 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

15 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

16 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

17 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

18 hours ago