

dr. Aroon Rumainum, M.Kes ( FOTO: Gratianus silas/cepos)
JAYAPURA-Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menyebutkan bahwa vaksin berguna sebagai antibodi bagi tubuh, agar kebal terhadap penularan Covid 19.
“Antibodi kita mulai terbentuk itu dua minggu setelah suntikan vaksin pertama dilakukan. Antibodi itu akan sempurna satu bulan setelah suntikan kedua,” jelas dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Jumat (22/1) kemarin.
Demikian, dr. Rumainum yang juga telah menerima suntikan vaksin pertama pada 13 Januari lalu, menyebutkan bahwa antibodi dari vaksin yang disuntikan itu belum terbentuk secara sempurna.
“Setelah 8 hari 10 jam, antibodi saya belum terbentuk. Cara mengetahui antibodi kita sudah terbentuk atau belum itu melalui rapid test antibodi. Kemudian, kalau hasil rapid antigen atau PCR kita positif, itu bukan karena vaksin, melainkan kita tidak melakukan 5M dalam penerapan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi,” terangnya. (gr/gin)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…