

Rian Agustina (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Maraknya praktik perburuan dan perdagangan satwa langka yang dijajakan, baik secara offline di lingkungan masyarakat maupun secara online melalui platform media sosial, terus menjadi perhatian serius Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua.
Fenomena ini mendorong otoritas konservasi untuk makin mengintensifkan langkah-langkah preventif demi menyelamatkan satwa endemik Papua dari ancaman kepunahan.
Dimana, untuk membendung laju kejahatan terhadap satwa liar tersebut, BBKSDA Papua secara masif menggalakkan program edukasi dan sosialisasi mengenai perlindungan hukum satwa endemik. Langkah ini menyasar berbagai lapisan masyarakat melalui beragam pendekatan yang terintegrasi.
Kepala Seksi KSDA Wilayah IV Sarmi, BKSDA Papua, Rian Agustina, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis komunikasi publik dilakukan secara konsisten di lapangan. Para petugas di lapangan diinstruksikan untuk berinteraksi langsung dengan warga, baik melalui dialog personal maupun forum-forum pertemuan warga secara umum.
“Kami tak berhenti melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas, baik secara personal ataupun secara umum saat petugas melakukan tinjauan lapangan,” ujar Agustina, Rabu (19/8).
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…
Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…
Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…
Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…
Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…