Categories: METROPOLIS

Andalkan PMI Untuk Stok Darah Kebutuhan Pasien

JAYAPURA-Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura menyatakan, sejauh ini stok kantong darah untuk kebutuhan pasien sudah terpenuhi. Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Andreas Pekey, Sp.PD menyatakan, terkait dengan stok darah, pihaknya kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura.

 “Jadi yang menyediakan darah itu dari PMI Kota Jayapura, kita tinggal mengambil ke PMI. Dimana setiap kantong darahnya berbayar,” ucap dr Andreas kepada Cenderawasih Pos, Rabu (21/6).

Menurut dr Andreas, uang yang diberikan kepada pihak PMI digunakan untuk membeli keperluan seperti kantong darah, bahan-bahan dalam memproses darah dan lain sebagainya. Dimana PMI membutuhkan operasional yang bersumber dari uang yang kita bayar.

  “Semua kebutuhan darah PMI Kota Jayapura yang siapkan. Yang jelas, jika RSUD Jayapura butuh darah untuk pasien. Kita tinggal ambil darah di PMI dengan prosedur yang sudah dilakukan,” terangnya.

  Andreas juga menjelaskan bahwa kebutuhan kantong darah untuk setiap pasien yang mau melakukan operasi di RSUD Dok II. “Yang menjadi persoalan saat ini, misalnya kalau pasien tersebut adalah pasien BPJS yang hendak cuci darah. Otomatis masuk dalam klaim BPJS, namun jika dia pasien swasta atau umum, maka harus membayar sendiri. Nah, bagaimana dengan pasien Kartu Papua Sehat (KPS). Dia mau membayar dengan uang darimana,” terangnya

  Karena itu, lanjut Andreas, pemerintah daerah dimana pasien tersebut berasal harus bertanggung jawab. Membantu masyarakatnya yang tidak mampu atau yang tidak punya BPJS atau KIS.

  Selain itu, harus ada orang orang untuk menjadi pendonor darah suka rela. Dimana setiap 3 atau 4 bulan sekali, masyarakat tanpa diminta dan tanpa ada kepentingan mendatangi PMI untuk mendonorkan darah.

  “Jika tidak ada pendonor sukarela, maka tidak akan ada stok darah di PMI. Kita butuh gerakan kemanusiaan dari semua elemen masyarakat untuk datang ke kantor kantor PMI setempat, menyumbangkan darahnya secara sukarela setiap 3-4 bulan sekali,” pungkasnya. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

14 minutes ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

44 minutes ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

2 hours ago

Janji Besar Prabowo di May Day 2026

Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…

2 hours ago

DPRK Jayawijaya Sidak Dinsos dan RSUD Wamena

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…

3 hours ago

Proposalnya Ditolak ITS, Eh Malah Raih S3 di Berlin

Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…

3 hours ago