

Sarlens Ayatoni (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun melalui Penjabat Sekda Derek Hegemur melantik 113 Pejabat Administrator di Kantor Gubernur Papua, Jumat (15/3) lalu. Hal itu tampaknya menjadi sorotan berbagai pihak, salah satunya Ketua Tokoh Pemuda Asal Saireri, Sarlens Ayatoni.
Sarlens mengatakan pelantikan penjabat Eselon III di lingkungan Pemerimtah Provinsi Papua tidak dilakukan seusai prosedur, tapi berdasarkan kepentingan politik. Sebab sebagian besar ASN yang dilantik bukan masyarakat Tabi-Saireri, tapi dari luar. Parahnya lagi beberapa yang dilantik memiliki rekam jejak yang kelam terkait tindak pidana.
“Hal ini kemudian menjadi perhatian dan tanda tanya, apakah anak-anak Tabi dan Saireri memang tidak layak untuk memimpin negerinya sendiri,” tandasnya, Rabu (20/3) kemarin.
Sebab secara administrasi, kata anak dari Pejuang Eksekutor Pepera itu, Provinsi Papua memiliki batas wilayah adat, sehingga orang Tabi-Saireri harusnya yang menjadi pemimpin. Sebab secara admintriasi mereka berhak menduduki jabatan itu.
Kemudia secara adat hanya anak anak Tabi Saireri yang berhak memimpin tanahnya bukan orang lain.”Karena ini rumah kita, kita sendiri yang harus selesaikan masalah di dalam rumah, bukan orang asing (Luar wilayah Tabi Saireri),” tegasnya.
Page: 1 2
Penetapan tersebut merupakan hasil pembahasan antara Bapenda dan Bupati Jayapura, yang sebelumnya telah disepakati dan…
Sekolah rakyat terintegrasi 77 Merauke yang menempati sebagian dari gedung SMKN 2 Merauke di Jalan…
Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah pedalaman yang hidup jauh dari pusat pemerintahan dan belum…
Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DI (38) dan A (28). Penangkapan ini merupakan tindak…
Bupati Yunus Wonda mengatakan, rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dukungan bersama antara Pemerintah…
‘’Ada komitmen bersama untuk membangun bangsa dan negara. Dan juga kehadiran kodim 1707 Merauke tentu…