

JAYAPURA – Penggunaan bahan plastik atau styrofoam dalam penyajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak higienis dan menjadi perhatian serius dari para ahli gizi. Kondisi ini mengakibatkan beberapa sekolah di Papua khususnya Kota Jayapura memilih menolak.
Sementara itu menurut ahli penggunaan wadah berbahan stainless steel pada program makan bergizi gratis dianggap sebagai pilihan terbaik dibandingkan plastik atau styrofoam.
Demikian disampaikan Maxianus K Raya, STP, MPH ahli gizi sekaligus Ketua Prodi Sarjana Terapan Gizi (Prodi STr Gz) di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Jayapura kepada Cenderawasih Pos, Selasa (14/10).
Menurutnya, bahan penyajian MBG yang terbuat dari plastik sangat tidak disarankan. Hal ini ia sampaikan karena sajian yang terbuat dari bahan itu (plastik) akan sulit membersikan sisa lemak makanan dan lainnya.
“Lemak itu akan susah dibersihkan saat alat makannya berasal dari plastik. Kenapa stainless? Karena kemungkinan sisa lemak di stainless itu kan lebih kecil dibandingkan jika menggunakan plastik,” jelasnya.
Karena itu ia berharap penerapan kebersihan pun haru diperhatikan. prosedur standar operasi (SOP) pencucian stainless atau ompreng MBG harus mengikuti standar kebersihan yang ketat, yang mencakup penggunaan air mengalir yang bersih, sabun cuci yang sesuai, dan pemrosesan melalui beberapa tahap, pencucian, pembilasan, pengeringan, dan penirisan.
Menurutnya, banyak sisi positif dari wadah makan bergizi gratis pakai stainless steel, salah satunya yakni dari sisi kebersihannya. Untuk itu ia meminta masyarakat untuk melihat manfaat positif dari penerapan program makan bergizi gratis, salah satunya soal penggunaan wadah makanan.
Page: 1 2
Di tengah usia yang semakin senja, pertemuan itu berlangsung sederhana. Para veteran saling menyapa,…
Menurut Axel, berdasarkan informasi yang diperoleh dalam kegiatan Rakernis bersama Densus 88 AT Polri, terdapat…
Setelah hampir empat bulan terhenti akibat pemalangan sekolah, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kampung…
Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, menegaskan bahwa masyarakat adat…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…
Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…