Categories: METROPOLIS

Warga Bhayangkara Keluhkan Masalah Air Bersih

JAYAPURA-Masalah penyediaan air bersih  hingga kin masih menjadi kelurahan warga di Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara. Keluhan air ini diungkap oleh warga setempat saat acara tatap muka dengan Calon Gubernur Papua, Benhur  Tomi Mano, Jumat (18/10).

  Menurut keterangan dari beberapa penanya pada saat dialog singkat dengan BTM, kelurahan tersebut memang mendapatkan jaringan PDAM. Namun kendalanya aliran air tidak pernah stabil.

   Kadang kala satu minggu hanya satu kali mengalir, bahkan sama sekali tidak mendapat aliran. Sehingga warga terpaksa harus membeli air menggunakan mobil tangki. Di satu sisi, meski aliran PDAM tidak stabil, namun warga tetap wajib membayar iuran bulanan.

   Padahal jika dilihat, keberadaan Kelurahan Bhayangkara ini tepat berada di bawah kaki gunung Cyclops, sebagai sumber utama pasokan air di Kota Jayapura, tapi karena kurangnya perhatian dari pihak PDAM selama ini sehingga aliran air ke wilayah tersebut tidak teratur.

  Oleh sebab itu dengan adanya kunjungan calon gubernur Papua nomor urut 01 itu, warg berharap ada langkah yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

   Hal lain, akses seperti jalan, juga menjadi keluhan warga Bhayangkara kepada BTM. Tapi juga masalah yang pengangguran. Menurut warga setempat masalah angka pengangguran di wilayah tersebut menjadi masalah utama yang butuh adanya penyelesaian dari pemangku kebijakan.

  Hal itu terjadi karena jumlah lulusan sekolah khususnya SMA/MA, maupun perguruan tinggi tidak selaras dengan penyediaan lapangan pekerjaan. Hal lain dampak tingginya angka pengangguran di wilayah tersebut, karena daya minat masyarakat untuk menjadi Aparatus Sipil Negara cukup tinggi dibandingan wirasuwaha.

   Dengan itu, maka diharapkan BTM-YB dapat menggerakkan ekonomi masyarkat dengan menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Bahkan mereka berharap agar BTM bisa mendirikan satu pabrik khusus di Papua. Guna menampung anak-anak muda yang punya bakat di bidang swasta.

  Menanggapi hal itu, Benhur Tomi Mano mengatakan PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dengan statusnya itu, maka pemerintah punya andil untuk mengontrol kinerja mereka. “Segala usulan saya catat di buku, ketika nanti terpilih saya akan lihat catatan ini, dan satu persatu saya selesaikan,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

20 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

21 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

21 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

22 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

22 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

23 hours ago