Categories: METROPOLIS

Sejak 2022, Inflasi Kota Jayapura Turun Drastis

JAYAPURA– Trend positif berhasil ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Jayapura dalam hal menekan inflasi daerah di Kota Jayapura. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya penurunan angka inflasi di Kota Jayapura secara signifikam sejak September 2022 lalu.

  Kepala BPS Kota Jayapura, Jefri Deftres mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan

Pemkot Jayapura sejak September 2022 lalu, dalam rangka untuk menekan inflasi di kota Jayapura. Sebagaimana diketahui pada September 2022, angka inflasi di Kota Jayapura mencapai 8 persen. Namun dengan adanya komitmen, konsistensi yang kuat dari Pemkot Jayapura, laju inflasi di kota Jayapura akhirnya berhasil dikendalikan.

   “Saat ini inflasi Kota Jayapura, 1,8 persen. Jadi luar biasa sekali untuk bulan Oktober ini. Bagus ya, Pemkot Jayapura bisa mengendalikan harga-harga barang kebutuhan pokok di pasaran,” kata  kepala BPS Kota Jayapura, Jefri Yohanes Defretes, Kamis (18/10).

   Sekalipun kata dia, harga beras belakangan ini sudah mengalami kenaikan. Namun harga bahan pangan yang lain juga mengalami penurunan. Misalnya sayuran, ikan dan beberapa produk pangan lainnya. Sehingga pergerakan inflasi di Kota Jayapura masih bisa dikendalikan.

   Sementara itu, secara nasional target inflasi saat ini secara umum  di angka 3-5 persen. Secara nasional angka inflasi saat ini sudah  di 2 persen lebih sedangkan  di kota Jayapura, 1,8 persen.

“Akhir tahun kita bisa tahan diangka satu, itu sudah prestasi yang luar biasa,katanya.

   Dikatakan, terkendalinya laju inflasi di Kota Jayapura itu, disebabkan karena adanya intervensi yang sangat kuat dari Pemerintah Kota Jayapura melalui berbagai kegiatan.  Terutama dengan menggelar kegiatan operasi pasar atau pasar murah, karena kegiatan-kegiatan seperti itu juga menggerakkan turunnya inflasi di kota Jayapura.

  “Ada beberapa kegiatan pasar murah yang selama ini dilakukan sampai di tingkat distrik, kampung kelurahan. Itu benar benar bisa menggerakan turunnya inflasi kita,” bebernya.

   Kemudian pengaruh lain misalnya pemerintah berhasil menekan harga pupuk sehingga harga barang-barang pertanian seperti cabai tomat dan lain sebagainya Itu bisa dikendalikan.

“Sehingga masa penanaman cabai, tomat dan sebagainya itu menjadi baik dan puji Tuhan harga cabai, tomat, bawang, sayur dan ikan terkendali,”pungkasnya. (roy/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Jangan Hanya di Pusat Tapi Juga di Daerah

Ia juga dikaitkan dengan blackout disejumlah provinsi di Indonesia. Sontak publik ikut dibuat kaget karena…

3 hours ago

TNI-Polri-Jaksa Diminta Introspeksi

Menurut Prabowo, seluruh pejabat negara pada hakikatnya adalah pelayan rakyat. Karena itu, mereka tidak boleh…

4 hours ago

Minta Lebih dari Sekedar Kritik

Anggota DPR Papua jalur Pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus) Daerah Pengangkatan Kabupaten Biak Numfor, Musa Sombuk,…

7 hours ago

Proyek Ilegal, Masyarakat Adat Beberkan Bukti Citra Satelit

Dalam persidangan perkara Nomor 9/G/LH/2026/PTUN Jayapura ini, tim kuasa hukum masyarakat adat menghadirkan tiga orang…

8 hours ago

Merawat Peradaban Suku yang Perlahan Hilang Ditelan Jaman

Dialah Mama Emma Awinero-Tjoe. Di atas bangku panjang kayu yang menjadi saksi bisu jejak pengabdiannya,…

9 hours ago

Prabowo Akui Banyak Maling di Program MBG

Ia memerintahkan seluruh Gubernur, Bupati, Camat, Hingga Kepala Desa untuk memeriksa seluruh dapur Satuan Pelayanan…

10 hours ago