

Foto/Ilustrasi pencarian DPO Lapas Kelas IIA Abepura
JAYAPURA – Ketidakpastian masih menyelimuti kasus kaburnya tiga narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura. Sejak insiden pelarian yang terjadi pada Jumat, 13 Juni 2026 lalu.
Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh gabungan personel Lapas dan instansi terkait telah berlangsung tiga bulan lebih. Namun, hingga saat ini, keberadaan para buronan tersebut belum menunjukkan titik terang dan masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Di tengah minimnya petunjuk konkret, berbagai rumor mengenai titik persembunyian para pelaku berembus kencang di tengah masyarakat. Laporan informal mengklaim bahwa para buron sempat terlihat di Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui), Asmat, hingga kawasan pedalaman Mamberamo.
Menanggapi informasi spekulatif tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Abepura, Edy Susetyo, melalui Humas Yusran Dg Mattawang, mengimbau publik untuk menyikapi setiap rumor dengan bijak dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami memantau setiap isu yang beredar, termasuk kabar keberadaan mereka di Serui, Boven Digoel, maupun Mamberamo. Namun hingga saat ini, kabar tersebut masih berstatus desas-desus karena belum ada verifikasi visual atau bukti fisik langsung dari tim di lapangan. Kami menyikapi seluruh informasi secara serius, tetapi tidak bisa memberikan konfirmasi yang belum pasti kepada publik,” tegas Edy yang disampaikan oleh Yusran.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…