Pdt. Klemens juga mengajak masyarakat untuk menjauhkan politik identitas dalam proses pemilu, serta menghindari kampanye yang mengadu domba atas dasar perbedaan agama., Pdt. Klemens juga berpesan kepada tim sukses masing-masing kandidat untuk menghindari praktik-praktik politik kotor seperti “serangan fajar” atau politik uang.
“Hindari praktik tidak sehat yang bisa merusak moral demokrasi. Dampaknya akan jangka panjang, bahkan bisa membebani kepemimpinan ke depan,” katanya.
Terkait dengan ceramah di tempat ibadah ini, Kementerian Agama RI sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2023 yang mengatur tentang Pedoman Ceramah Keagamaan. Tujuan dari surat edaran ini adalah untuk memberikan panduan bagi penceramah agama dan pengelola rumah ibadah dalam menyelenggarakan ceramah yang edukatif, moderat, dan bermanfaat bagi masyarakat. (tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Papua Sri Utami mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan MBG sebagai bagian…
“Program MBG sangat strategis bagi Papua karena mendukung 'Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis’…
‘’Pelakunya 2 orang. Satu membawa parang dan satu pelaku lainnya membawa pisau. Luka besar pada…
Ini terlihat di dua rumah sakit pemerintah yakni RSJ Abepura dan RSUD Jayapura. Bahkan untuk…
Persipura kini masih berada pada peringkat ketiga dengan koleksi 33 poin. Mereka hanya terpaut satu…
”Sehingga pada malam ini saya selaku kepala Basarnas, selaku SAR Coordinator mendeklir bahwa operasi pencarian…