Selain itu, diharapkan pula DPW Perhiptani Papua yang baru dikukuhkan mampu menjawab tantangan dunia pertanian saat ini disamping perubahan iklim, tetapi juga daya saing produk pertanian yang rendah, ketersediaan bibit, pupuk, pestisida, rendahnya pengetahuan petani akan teknologi, masih rendahnya wawasan food losses dan waste management serta regenerasi petani/petani milenial.
“Hal ini menjadi tantangan untuk kita semua pada saat ini, bahkan para penyuluh dan petani yang ada di Provinsi Papua ditantang untuk bisa menyiapkan pangan yang cukup, sehat dan terjangkau bagi masyarakat di Provinsi Papua,” kata Wahyudi.
Lanjutnya, tantangan lain bagi penyuluhan pertanian adalah jumlah tenaga penyuluh yang terus berkurang di Provinsi Papua. Untuk diketahui bahwa saat ini jumlah penyuluh pertanian di Provinsi Papua adalah 385 orang yang tersebar di 9 kabupaten/kota, dan jika dibandingkan dengan jumlah kampung di Provinsi Papua yang jumlahnya 999 kelurahan/kampung.
“Jumlah tersebut tidak sebanding, karena idealnnya satu kampung dilayani oleh satu orang tenaga penyuluh pertanian,” ungkapnya.
Pemprov berharap kehadiran DPW Perhiptani Provinsi Papua dapat memberikan kontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah daerah di tanah Papua, diberbagai sektor pertanian dalam mewujudkan sistem pertanian yang maju modern dan dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) penyuluh dan petani milenial yang berdayasaing tinggi. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…