

Kamino, S.Pd., MM, (FOTO: Karel/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Sekolah SLBN 1 Jayapura, Kamino, S. Pd., MM mengharapkan Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah, dapat mengalokasikan tenaga pengajar ke SLBN 1 Jayapura. Sebab saat ini SLBN 1 Jayapura sedang mengalami kekurangan tenaga pengajar.
Adapun jumlah guru di SLBN 1 Jayapura saat ini hanya 18 orang. Yang sebelumnya terdapat 25 guru, namun dalam jangka waktu 3 tahun ini terdapat 7 guru di SLBN 1 Jayapura telah pindah tugas maupun pensiun.
“Secara aturan proses belajar di SLBN itu, satu guru hanya mengajar 5 siswa, tetapi sekarang ini kita kadang satu guru harus mengajar di 3 kelas,” ujar Kamino di SLBN 1 Jaypura, Senin (19/6).
Dengan jumlah yang ada, lanjut dia, sangat menghambat proses pendidikan di SLBN 1 Jayapura. Sebab proses pengajaran di SLB tidak sama dengan di sekolah reguler.
“Kalau di Sekolah reguler pada umumnya satu guru bisa mengajar untuk tiga mata pelajaran atau berapa kelas, tapi kita di SLB tidak seperti itu. Setiap guru hanya wajib mengajar 5 peserta didik,” katanya.
Diakui di Papua tenaga pendidik untuk mengajar di SLB sangat susah, namun dia mengharapkan apabila dimungkinkan bisa ambil guru dari jurusan umum yang punya basic untuk mengajar di SLBN 1 Jayapura. “Kami harap di tahun ajaran baru ini, pemerintah bisa alokasikan guru ke SLBN 1 Jayapura,” harapnya.(rel/tri)
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…