Categories: METROPOLIS

Temukan APD Dalam 56 Kantong Sampah

JAYAPURA – Aksi bersih sampah atau yang biasa disebut gerebek sampah digelar Kantor Berita Antara Biro Papua bersama Rumah Bakau Jayapura di Km 11 Pantai Holtekamp, Kota Jayapura, Jumat (19/5). Dari kegiatan yang hampir 2 jam ini diperoleh 56 kantong sampah dengan berat hampir 200 Kg.

Mirisnya dari jumlah ini ternyata masih ditemukan adalah alat pelindung diri maupun obat suntik dan juga obat dari apotek. Padahal sampah yang berkaitan dengan medis sepatutnya tidak terbuang sembarangan. Kepala Kantor Berita Antara Biro Papua Hendrina Dian Kandipi mengatakan kegiatan membersihkan sampah plastik merupakan salah satu bentuk kepedulian Antara terhadap lingkungan.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi trigger (Pemicu) bagi yang lain untuk ikut membersihkan lingkungan khususnya di wilayah pesisir pantai,” kata Dian. “Kami lihat Pantai Holtekamp menjadi lokasi aksi karena umumnya jika musim hujan maka ada banyak sampah yang naik di pantai,” jelasnya. Aksi bersih pantai ini lebih fokus mengumpulkan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan klasik.

Dian menambahkan dalam kegiatan itu selain Komunitas Rumah Bakau Jayapura, beberapa mitra juga ikut berpartisipasi yakni Bank Indonesia Perwakilan Papua bersama mahasiswa binaannya (Genbi), Telkomsel Papua, Bank Mandiri Cabang Ruko Jayapura, Econusa, Ikatan Jurnalis Pelajar Indonesia (IJPN), perwakilan Lemhanas RI, perwakilan siswa SMP 45 Entrop, TVRI Papua dan rekan-rekan jurnalis lainnya di Jayapura.

Sementara Koordinator Rumah Bakau Jayapura, Ikbal menyebut bahwa dari kegiatan kali ini masih ditemukan limbah medis.

“Seharusnya sampah medis ini bermuara di incinerator bukan di pantai seperti ini. Tadi kami temukan jarum suntik plus botol obat suntiknya yang masih berisi termasuk obat – obat resep,” beber Ikbal.

Dikatakan ini menambah panjang daftar temuan limbah medis di wilayah pantai. “Beberapa waktu lalu kami temukan suntik berukuran besar, plus jarumnya di sekitar Jembatan Youtefa lalu ada juga puluhan alat suntik yang dimasukkan ke dalam botol air mineral besar. Ini agak mengkhawatirkan pastinya,” imbuhnya.

Dikatakan aksi seperti ini perlu tetap dilakukan meski tidak menyelesaikan masalah. “Kepedulian itu yang penting dan pelan – pelan kita akan belajar untuk mengurangi atau bahkan tidak menghasilkan sampah baru,” tutupnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

13 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

21 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

22 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

23 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

1 day ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago