Categories: METROPOLIS

300 Rumah Tangga di Jayapura Belum Miliki MCK

JAYAPURA – Hasil penelitian yang dilakukan Prof Dr Auldry Fransje Walukow, M.Si menyebut bahwa hingga kini masih ada sekitar 300 rumah tangga di Kota Jayapura yang belum memiliki fasilitas MCK. Jumlah 300 rumah tangga ini tersebar di Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan Distrik Abepura.

 Sementara untuk dua distrik lainnya yakni Distrik Heram, dan Distrik Muara Tami dianggap semua sudah memiliki MCK. “Itu data yang kami peroleh dimana ada 300 an rumah tangga yang belum memiliki MCK. Ini dikatakan tak lepas dari aspek pengetahuan tentang pentingnya sanitasi lingkungan lalu soal  social ekonomi. Prof Auldry sedikit menyayangkan sebab  dipastikan limbah tinja akan langsung terbuang ke sungai atau badan air. 

 “Ini jelas akan mencemari lingkungan karena ada kandungan patogen dan bakteri ecoli dimana jika mencemari perairan dan masuk ke ikan atau kerang kemudian terkonsumsi manusia maka manusia bisa terdampak penyakit,” kata Prof Auldry menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos usai pengukuhan sebagai guru besar di Auditorium Uncen, Kamis (20/5).

 Ia menyebut dengan tanpa MCK maka ada banyak limbah cair yang akan langsung masuk ke badan sungai dan ini kata Auldry sangat tidak sehat tak saja dari aspek kesehatan tetapi juga social. “Saya katakan 3,4 juta manusia setiap tahun meninggal karena pencemaran air dimana 45 ribu balita di Bangladesh  setiap tahunnya meninggal akibat pencemaran air dan 2955 masyarakat Jepang tersertifikasi tubuhnya terkontaminasi logam berat mercuri yang penyebarannya juga akibat air yang tercemar. Lalu di Jayapura juga ada juga industri – industri baik hotel maupun rumah tangga,” bebernya. 

 Ia menyampaikan perlu pendekatan yang konferhensif oleh pemerintah melalui aparatur pemerintah di tingkat bawah  untuk memberikan pemahaman dan penjelasa terkait dampak dari air yang tercemar  limbah. “Untuk pemerintah kota saya melihat upaya untuk menangani terjadinya pencemaran air sudah berjalan tinggal upaya dan partisipasi dari masyarakat untuk ikut membantu sebab jika ini tidak diantisipasi pencemaran air maka ke depan banyak dampak negative yang akan diperoleh,” imbuhnya (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…

10 hours ago

Kantor Dipalang, Pelayanan Dialihkan ke Rumah Pribadi

Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…

12 hours ago

Berharap Ada Anak Selatan Papua Masuk Pembinaan Timnas Futsal

Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…

13 hours ago

BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…

14 hours ago

KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…

15 hours ago

Respon Cepost Polres Jayapura Bongkar Pemalangan

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…

16 hours ago