Categories: METROPOLIS

Para Terdakwa Bantah BAP Penyidik

Para terdakwa berjalan  usai mengikuti persidangan lanjutan terkait kasus bentrok antara mahasiswa eksodus dan aparat keamanan di Museum Expo Waena yang terjadi pada tanggal 23 September 2019 di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (20/2) kemarin. Yewen/Cepos(FOTO:Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Sidang kasus bentrok antara mahasiswa eksodus dan aparat keamanan di Museum Expo Waena pada tanggal 23 September 2019 kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (20/2) kemarin.

 Sidang ini dipimpin langsung oleh Majelis Hakim Ketua Maria Mangdalena Sitanggang, S.H, M.H, Majelis Hakim Anggota I, Abdul Gafur Bungin, S.H, dan Majelis Hakim Anggota II, Muliyawan, S.H, M.H dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Sidang ini pemeriksaan terdakwa ini menghadirkan empat orang terdakwa masing-masing Yogi Wenda, Elimus Bayage, Maya Kamarigi, dan Jimbrif Kogoya.

 Dari pemeriksaan yang dilakukan dalam persidangan para terdakwa mengatakan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh para penyidik dari Polda Papua tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta. Para terdakwa menganggap BAP tersebut hanya rekayasa.

 Menanggapi pemeriksaan yang telah dilakukan, Penasehat Hukum (PH) Para Terdakwa, Apilus Manufandu, S.H mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap empat orang terdakwa, mereka mengatakan bahwa BAP yang dibuat oleh penyidik tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta.

 “Para terdakwa mengatakan BAP yang dibuat tersebut tidak benar semua. Ada yang mengatakan rekayasa,  ada juga yang mengatakan tidak benar dan di suruh tandatangani saja BAP,” katanya kepada cenderawasih pos di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (22/2).

 “Ada terdakwa yang mengatakan dalam pemeriksaan tidak didampingi secara langsung oleh Penasehat Hukum (PH). Nanti setelah pemeriksaan baru PH hanya menandatangani BAP yang dibuat penyidik,” tambahnya.

 Manufandu mengatakan, dengan demikian, maka Majelis Hakim (MH) menunda sidang ini untuk dilanjutkan minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi verbalisan, yaitu saksi dari penyidik yang melakukan pemeriksaan dan BAP terhadap empat orang terdakwa tersebut.

“Sidang ini ditunda ke Hari Selasa 25 Februari 2020 dengan agenda pemeriksaan saksi verbalisan dari penyidik kepolisian yang melakukan pemeriksaan dan BAP terhadap empat orang terdakwa tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, untuk tuntutan terhadap terdakwa masing-masing Bendira Tabuni, Alpon Meku, Pailes Yigibalom, Tenak Waker, dan Biro Kogoya ditunda oleh Majelis Hakim (MH) lantaran surat tuntutan belum disiapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sidang tuntutan terhadap lima orang terdakwa ditunda, karena JPU belum menyiapkan surat tuntutan, sehingga akan dibacakan tuntutan pada minggu depan Hari Selasa 25 Februari 2020,” ujar Penasehat Hukum Terdakwa, Welter Manseweni, S.H.   (bet/wen)

newsportal

Recent Posts

Banyak Lahan Sengaja Dibakar Picu Karhutla Makin Parah di Jayawijaya

Banyaknya lahan yang sengaja dibakar oleh oknum warga di wilayah yang sulit di jangkau dengan…

6 hours ago

Karhutla Berdampak pada Habitat Satwa

Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean, mewakili Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, mengatakan…

8 hours ago

Tak Cukup Sekedar Sampaikan Informasi, Harus Pahami Prinsip Jurnalistik

   Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Agus Yudianto  menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat…

9 hours ago

Kebakaran Melanda Yayasan Pondok Hidayatullah Boven Digoel, 32 Santri Dievakuasi

Kapolres Boven Digoel Kompol Dian Novita Pitherzs melalui Kasi Humas Aipda Ikhsan mengatakan, berdasarkan keterangan…

10 hours ago

Pasca Penembakan Nakes Trauma, Layanan Kesehatan di Jila Jadi PR Dinkes Mimika

Penarikan tenaga medis tersebut dipicu insiden kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pada…

11 hours ago

BMKG Waspadai Sebaran Asap Lintas Batas dari Papua Nugini

Kepala BMKG Merauke, Wahyu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9) pukul…

12 hours ago