Categories: METROPOLIS

Dampak Positif Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi UNESCO

JAYAPURA – Belum lama ini Bahasa Indonesia disahkan sebagai bahasa resmi pada The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Hal ini berarti bahasa Indonesia Indonesia menduduki bahasa resmi ke-10 yang diresmikan setelah bahasa Arab, Italia, dan Portugis dan beberapa bahasa yang lebih dulu disahkan.

Pengakuan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO tahun ini menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan panjang internasionalisasi bahasa Indonesia.

Kepala Balai Bahasa Papua Valentina Lovina Tanate menilai keputusan tersebut sebagai tonggak baru diplomasi budaya bangsa sekaligus tahap penting menuju pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa global sejajar dengan bahasa-bahasa besar dunia.

Ia mengaku turut bangga. Hal itu tidak lepas dari upaya masyarakat Indonesia dalam hal ini pemerintah dalam mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO.

“Ini bukan puncak, tapi tahapan penting menuju pengakuan yang lebih luas. Momentum ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia memiliki kekuatan budaya dan identitas yang diakui dunia,” kata Valentina kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Selasa (18/11).

Menurutnya, memang sangat layak bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi sidang umum UNESCO. Hal ini disampaikannya mengingat Indonesia telah terlibat dalam berbagai masalah perdamaian dunia, membantu dan menjadi penengah di antara negara-negara yang berkonflik. Selain itu Penutur atau pengguna bahasa ini bahkan telah mencapai ratusan juta orang.

Mengenai dampak terhadap Indonesia, Kepala Balai Bahasa Papua itu mengatakan ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi UNESCO akan membawa dampak di berbagai bidang di antaranya pada bidang ekonomi misalnya, penetapan ini dapat meningkatkan kerja sama pelaku perdagangan.

Di bidang budaya, kata dia, ini menjadi jalan yang bagus untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang begitu banyak, baik di dalam maupun di luar negeri. Adapun untuk mewujudkannya, pemerintah dan masyarakat perlu menguatkan atensi bahasa Indonesia agar semakin dikenal dunia.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Antisipasi Masuknya Super Flu di Pelabuhan dan Bandara

Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…

17 minutes ago

Lampu Jembatan Merah Mati Gara-gara Kabel Dicuri

Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…

46 minutes ago

Angin Kencang 30 Knot Paksa KM Sinabung “Tertahan” 13 Jam di Pelabuhan Biak

Berdasarkan data Pelni, arus balik melalui KM Sinabung tujuan Jayapura kali ini mencatat penjualan tiket…

1 hour ago

Program MBG 3B, Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan

Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting…

2 hours ago

Polairud Waropen Evakuasi 9 Korban Boat Terbalik di Perairan Saireri

Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah…

2 hours ago

Ekspor Papua ke PNG Capai Rp 92,9 miliar

Fungki yang didampingi Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) Eston Erlangga mengatakan, secara keseluruhan…

3 hours ago