

Barang bukti yang diamankan selama kurang lebih satu semester di tahun 2026 oleh jajaran TNI di bawah komando Kogabwilhan III, yang diperlihatkan dalam konferensi pers di Kogabwilhan III, Senin (6/7/2026). (Foto: CENDERAWASIH POS/MOH. WAHYU WELERUBUN).
MIMIKA — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil menggagalkan berbagai aktivitas ilegal dan menyita puluhan senjata api serta ribuan pohon ganja di wilayah Papua dan Maluku selama Semester I Tahun Anggaran 2026. Capaian ini diperoleh dari rangkaian operasi darat, laut, dan udara yang digelar sejak awal tahun.
Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa seluruh hasil operasi ini merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban TNI kepada masyarakat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sepanjang semester I tahun 2026, berbagai operasi darat, laut, maupun udara berhasil memutus jalur logistik kelompok kriminal. Kami serius menjaga setiap jengkal tanah di wilayah kerja Kogabwilhan III,” ujar Letjen TNI Lucky dalam konferensi pers di Markas Kogabwilhan III, Mimika, Senin (6/7).
Di wilayah perairan, jajaran laut berhasil menutup ruang gerak penyelundupan logistik yang diduga kuat untuk memasok Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Petugas menindak 4 kasus penyelundupan senjata api dan amunisi, 2 kasus BBM ilegal, 6 kasus satwa endemik, 5 kasus narkotika, serta 24 kasus minuman keras ilegal.
Sementara itu, jajaran udara berhasil menghalau pesawat sipil asing tanpa jadwal (unscheduled) dan pesawat tanpa izin yang melanggar wilayah udara NKRI. Penegakan hukum di udara ini juga sukses mengungkap 30 kasus peredaran ganja.
Selain di Papua, jajaran Kodam XVI/Pattimura dan Lantamal IX di wilayah Maluku juga berhasil mengamankan penyerahan berbagai senjata api standar, pistol, dan amunisi dari masyarakat secara persuasif.
Letjen TNI Lucky menjelaskan bahwa karakteristik senjata yang disita mengindikasikan adanya pasokan baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Pihaknya akan terus memperketat patroli penyekatan (sweeping) karena satu butir amunisi pun sangat berbahaya bagi nyawa anak bangsa.
Kogabwilhan III kini memfokuskan operasi pada daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau oleh aparat keamanan resmi. Wilayah-wilayah kosong tersebut selama ini rawan dikuasai OPM untuk dijadikan basis kekuatan dan memengaruhi anak-anak di bawah umur.
Pangkogabwilhan III menegaskan, indikator utama keberhasilan operasi ini adalah terwujudnya situasi yang aman dan damai, sehingga roda pembangunan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Papua dapat berjalan tanpa gangguan. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…