

Penampilan salah satu group band di Papua Reggae Festival (PRF) ke-7 di Venue dayung, Holtekamp Kota Jayapura, Rabu (20/10). Foto: Noel Wenda/Cepos
JAYAPURA – Sebanyak 30 grup band musik yang berada di seluruh Papua tampil apik di Papua Reggae Festival (PRF) ke-7 di Venue dayung, Holtekamp Kota Jayapura.
Hal ini dikatakan Ketua Komunitas Rasta Kribo (Kork) Theddy Pekei Kepada Ceposonline, Rabu (19/10).
“30 Group Band musik dari seluruh Papua dari Kabupaten Mapi, Boven Digoel, Merauke, Jayawijaya, Tolikara, Yahukimo, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura Manokwari, Paniai dab Deyai,” katanya.
Dia mengatakan tujuan digelarnya kegiatan tersebut guna kaderisasi grup band baru dan bagaimana menciptakan lagu serta memberikan peluang ekonomi bagi mama-mama Papua untuk berjualan dengan usaha kecil menengah mereka.
“Tujuan pelaksaan Papua Reggae Fertival ini memberikan kesempatan kepada seniman Papua di gendre musik reggae mereka bisa cipta lagu dan mengaransemen lagu, maka kita wajibkan tiga lagu usahakan lagu ciptaan sendiri agar mereka mampu menciptakan lagu dari karya dan bahasa daerah mereka,” katanya.
Selain itu, Kata Teddy kegiatan yang saat ini dimulai sejak pukul jam 02:00 siang – jam 22:30 malam ini membuka ruang bagi usaha kecil menengah di sekitaran pangung dan dengan pesta ini juga musisi bisa lebih profesional dalam bermusik secara tim di pentas Akbar Musik Reggae tersebur yang berdampak nantinya di Provinsi dan daerah.
“Group harus semakin profesional dalam bermain musik dan kita mengenerasikan group musik dalam Group Komunitas Rasta Kribo dan kita lihat ada banyak animo sampai 50 Group Band yang ingin hadir tapi yang hadir 30 band karena kendala Akomodasi,” kata Pikei.
Dia mengakui meski acara kali ini tidak sebesar panggung beberapa tahun lalu karena keterbatasan dana namun pihaknya bersama tim terus optimis untuk meningkatkan bakat anak-anak Papua dan memberikan uang bagi pedagang asli Papua untuk usaha di sela-sela kegiatan tersebut.
“Dukungan Pemerintah sedikit – sedikit ada, tapi tidak bisa menjangkau pangung yang seperti biasanya, maka kami siasati dengan sumbangan sukarela untuk pemenuhun kebutuhan lain, sumbangan dari pemerintah tidak sepert biasanya maka kami harapkan, kedepanya bisa lebih baik karena ini ajak Ferstival Reggae terbesar se Papua dan Papua barat,” katanya,”Pungkasnya.(oel/gin).
Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…
Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…
Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…
Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…
Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…