Terlepas daripada itu, Anthonius mengatakan kondisi Lapas Narkotika Jayapura memang belum representatif. Sehingga, pihaknya saat ini sedang merombak bagian bagian yang masih rusak, serta membangun bangunan yang baru sehingga penanganan Narkotika kedepan lebih representatif. “Lapas Narkotika akan dibangun secara bertahap selama 3 tahun berturut turut,” jelasnya.
Adapun konsep pembangunannya menjadi menjadi model untuk penanganan Narkotika di Indonesia Timur. “Struktur bangunan Lapas Narkotika Jayapura dirombak semua, dan tahun ini kita fokus pada pembangunan Pagar Keliling,” jelasnya.
Lebih lanjut, mulai tahun 2025 seluruh rumah pegawai di Lapas Narkotika Jayapura akan dipindahkan ke bagian belakang. “Pemindahaan ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan keamanan,” tuturnya.
Diapun menegaskan dengan adanya peristiwa kaburnya 9 WB tersebut, dia langsung printahkan Divisi Pemasyarakatan, agar di semua Lapas di Papua pengawasannya harus diperketat. “Saya sudah perintahkan, karena berita kaburnya WB di Lapas Narkotika ini menciderai kinerja kami,” ujarnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Suasana di lingkungan Lapas Abepura, Kamis (23/4) terlihat lain dari biasannya. Jajaran Lapas Abepura terlihat…
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menguraikan sejumlah program…
Untuk itu, Kepala Kakanwil Dijenpas Papua, Herman Mulawarman, menyatakan perang terhadap barang terlarang dan pungutan…
Ketua MRP Nerlince Wamuar menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua (DPRP), dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan larangan keras terhadap aktivitas konsumsi minuman keras (miras) di lingkungan…
Kondisi tim lawan dapat dimanfaatkan oleh penggawa Mutiara Hitam untuk misi tiga poin. Persipura wajib…