Siriwa menilai bahwa teknologi pompanisasi cocok untuk daerah rentan kekeringan. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah di kabupaten/kota ikut menyiapkan langkah antisipasi ini. “Kami sudah koordinasi dengan PUPR dan BMKG. Konsolidasi antarinstansi ini penting untuk mencegah risiko gagal panen,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Papua, Sulaiman mengatakan musim di Provinsi Papua sebagian besar diprediksi mengalami hujan sepanjang tahun, hanya saja ada beberapa daerah yang memasuki musim kemarau namun hanya di sebagian wilayah.
Ia mencontohkan seperti sebagian di Kabupaten Jayapura, sebagian Keerom dan Sarmi. Sedangkan daerah lainnya curah hujan itu tipe hujan monsunal. “Musim kemarau di sejumlah daerah itu sejak Mei, dan diprediksikan akan berlangsung hingga Oktober,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…