Categories: BERITA UTAMA

Awal Ramadan Dimulai Besok

MERAUKE – Kantor Agama Wilayah Provinsi Papua melakukan pengamatan hilal di PBO Lampu Satu Merauke, Selasa (17/2) sore. Tim menggunakan sebuah teropong khusus yang diarahkan ke bagian barat. Pengamatan Hilal tersebut dipimpin Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua Dr. Hendra Aulia didampingi Kepala Kantor Agama Wilayah Provinsi Papua Pdt Klemen Taran, S.Ag.

Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua Dr. Hendra Aulia menjelaskan bahwa ketinggian hilal pada pengamatan yang dilakukan pada 17 Februari bertepadan dengan 29 Sakban 1447 H, untuk wilayah Merauke masih minus 2 derajat atau 1,9 jika dibulatkan.

Yang mana dibawah ufuk. Sementara Standar minimal yang diperkanankan pemerintah berada pada 3 derajat. ‘’Sementara ketinggian sekarang minus 2 derajat plus 1,9 derajat dan delegoe tidak memenuhi standar. Sehingga mustahil hilal kelihatan,’’ katanya.

Ketinggian hilal yang masih dibawah minus 2 derajat ini, lanjut Hendra Aulia, berlaku atau terjadi diseluruh Indonesia dari Sabang Sampai Merauke. Karena karena yang terlihat di Aceh minus 0,9 derajat.

‘’Untuk awal Ramadan, meskipun hilal tidak bisa dilihat sampai di Sabang, tapi pastinya nanti diistijma’kan atau digenapkan untuk Sya’ban 30 hari. InsaaAllah 1 Ramadan akan dilaksanakan mulai 19 Februari,’’ kata Hendra.

Hendra menjelaskan lebih lanjut bahwa pengamatan Hilal tersebut dilaksanakan setiap 29 diakhir bulan Hijriah, sehingga pengamatan tersebut tidak perlu lagi dilakukan pada Rabu 18 Februari 2026.

‘’Kalau diamati ditanggal 29 Sakban dan belum kelihatan karena di bawah ufuk atau tertutup awan, maka digenapkan menjadi 30. Artinya, besok itu tetap Sya’ban dan malamnya masuk 1 Ramadan untuk melaksanakan tarawih dan besoknya tanggal 19 Februari awal melaksanakan puasa Ramadan,’’ terangnya.

Kepala BMKG Merauke Wahyu Hidayat mengatakan, berdasarkan data hasil Hisab (perhitungan BMKG) konjungsi terjadi pada pukul 21:01:07 WIT dengan ketinggian hilal minus 1,93 derajat. Azimuth bulan berada di 256 derajat, dimana posisi bulan atau hilal berada di sebelah Selatan bawah matahari dengan fraksi iluminasi atau pencerahan hilal sebesar 0,02 persen.

‘’Dari data ini bisa dipastikan bahwa hilal mustahil terlihat, karena masih di bawah ufuk. Namun data hasil pengamatan ini dibutuhkan sebagai masukan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan yang digelar pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama Republik Indonesia,’’ terangnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago