

Barang Bukti dan Tersangka Pembunuhan Berencana dan Pencurian dengan kekerasan yang dihadirkan dalam pers rilis di Mapolda Papua, Selasa (18/7). (Foto/Istimewa)
JAYAPURA-Setelah lama menjadi buronan, tersangka pembunuhan terhadap korban Iber Wonda akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Polda Papua di Kalimantan. Tersangka yang bernama Seha ini ditangkap atas dugaan terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan berencana.
Kasus ini berawal ketika jajaran Polda Papua menemukan satu unit mobil di sebuah kos-kosan di Entrop, Kota Jayapura, pada Oktober 2024. Di dalam mobil tersebut, polisi menemukan percikan darah yang diduga terkait dengan kasus kejahatan. Dari temuan ini, penyidik melakukan pengembangan lebih lanjut.
Beberapa bulan kemudian, penyidik Polda Papua menerima laporan dari keluarga tentang hilangnya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Iber Wonda, yang bekerja di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pegunungan. Keluarga korban melaporkan bahwa Iber Wonda hilang tanpa jejak.
Dari informasi tersebut, penyidik melakukan penyelidikan lebih mendalam dan akhirnya menyimpulkan bahwa percikan darah yang ditemukan di dalam mobil di Entrop adalah milik korban yang hilang, Iber Wonda.
“Dari situ, tim terus melakukan pengembangan dengan memeriksa sembilan orang saksi. Dari sembilan saksi ini, penyelidikan mengerucut pada dua nama, salah satunya adalah tersangka Seha yang kini telah ditahan di Mapolda Papua,” jelas Dirseskrimum Polda Papua, Achmad Fauzi, saat jumpa pers di Mapolda Papua, Selasa (18/3).
Satu tersangka lainnya masih dalam status buron dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Kami sudah mengetahui identitas tersangka yang masih buron ini dan berharap dalam waktu dekat bisa menangkapnya,” tambah Fauzi.
Page: 1 2
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola…
“Untuk pelanggaran pertama pasti ada teguran lisan, namun untuk selanjutnya kendaraan akan kami derek dan…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam pertemuan bersama warga (ruang pablik) menjelaskan bahwa pembayaran…
Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat hutan sendiri. Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan. Bermodalkan…
Bagaimana tidak, dalam keadaan mabuk ia menggunakan pisau berupaya menikam seorang pemuda berinisial DP yang…
Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan…