Categories: METROPOLIS

Harusnya Tahu Diri

Orgenes Kawai (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Nama-nama calon anggota DPRP dari jalur kursi Otsus atau yang disebut 14 kursi telah diumumkan oleh Pansel. Jumlahnya ratusan dan dari daftar yang ada ternyata tak sedikit yang berasal dari partai politik atau  Caleg yang pernah gagal dalam Pileg kemudian mengambil peluang yang ada. Proses perekrutan ini ditanggapi beragam oleh anggota DPRP sendiri. Ada yang menganggap itu sah-sah saja karena tak ada aturan yang mengatur soal kursi adat tak boleh ditumpangi oleh mereka yang pernah berpartai. 

 Namun ada juga yang menganggap harusnya calon yang pernah nyaleg lewat partai politik namun gagal sebaiknya tau  diri sebab 14 kursi lebih diutamakan mereka yang murni tak pernah terlibat dengan partai. “Soal 14 kursi yang sudah diumumkan dan ada nama-nama yang pernah mengikuti bursa Caleg menurut saya ini memang kursi Otsus untuk OAP yang mewakili tujuh wilayah adat namun kalau ditanya kenapa mantan caleg yang pernah gagal namanya bisa ikut masuk saya pikir selagi tak ada aturan yang mengatur maka sah-sah saja,” jelas Mustakim, salah satu anggota Komisi II DPR Papua, Selasa (18/2).

 Pasalnya kata Mustakim bisa jadi meski berstatus pernah nyaleg, sosok tersebut dianggap tokoh di masyarakatnya atau daerahnya sendiri. Namun pendapat berbeda disampaikan Pdt Orgenes Kawai yang menyebut bahwa 14  kursi Otsus ini sejatinya adat sebab orang adat tidak mengenal partai politik. “Siapapun dia punya hak tapi bagi mereka yang belum pernah mencalonkan diri di legislatif. Jangan sudah di caleg kemudian tidak terpilih  lalu mencar jalur lain. Itu namanya terlalu berambisi dan seharusnya tahu diri,” sindir Orgenes.

 Ia menyatakan bahwa 14 kursi merupakan Itu kursi adat dan patut diisi oleh mereka yang tak tahu partai, mereka ada di kampung dan bukan di kota. Jika dari kampung sudah usul orang-orangnya maka Pansel juga harus  selektif, memilih berdasar kriteria. “Lalu  14 kursi yang kemarin juga baru kerja 2 tahun dan saya pikir mereka perlu diprioritaskan dan harapan saya jangan orang partai merusak kursi adat ini. Tunggu beberapa tahun  lagi barulah akan dibuka kesempatan lagi untuk merekrut caleg yang mungkin pernah gagal. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

4 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

5 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

6 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

7 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

8 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

9 hours ago